Tinjau Gereja Katedral, Gubernur Khofifah Ajak Seluruh Masyarakat Jatim Jaga Toleransi Antar Umat Beragama

  • Bagikan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan di Gereja Katedral di Surabaya dan Malang.

Surabaya || Rega Media News

Memastikan pelaksanaan rangkaian perayaan Paskah berjalan aman, lancar dan kondusif, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan di Gereja Katedral di Surabaya dan Malang, Jumat (2/4/21).

Gereja pertama yang ditinjau yakni Gereja Katedral Hati Kudus Yesus yang berada di Jalan Polisi Istimewa Surabaya. Saat peninjauan di Gereja ini Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim juga didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan disambut oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya, Romo Yoseph Eko Budi Susilo.

Selanjutnya, gereja yang ditinjau yaitu Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel di Jl. Buring No. 6, Kota Malang. Turut mendampingi pada peninjauan Gereja di Malang Wali Kota Malang Sutiaji, dan disambut oleh Uskup Henricus Pidyarto.

Seusai melakukan peninjauan, gubernur Jatim yang lekat disapa Khofifah ini menyampaikan, secara umum kondisi keamanan dan penerapan protokol kesehatan di gereja-gereja tersebut telah berjalan dengan baik. Apalagi, Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya telah semaksimal mungkin melakukan penjagaan untuk memastikan para jemaat bisa beribadah dengan tenang, aman, dan khidmat.

“Jadi pada kunjungan kali ini kami bersama Pak Kapolda, dan Pak Pangdam ingin menyampaikan sekaligus memberikan rasa aman dalam proses peribadatan. Utamanya, yang berlangsung hari ini dan besok hari Minggu pada saat Paskah semua akan berjalan aman, baik, lancar dan damai,” terangnya.

“Sekaligus juga berseiring dengan upaya saling menghormati satu dengan yang lain, saling menghargai satu dengan yang lain dan saling melindungi yang satu dengan yang lain,” lanjutnya.

Menurutnya, beberapa aksi terorisme yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan dan Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta beberapa waktu lalu tidak perlu dikaitkan dengan kegiatan keagamaan di Jawa Timur. Bahkan, pihaknya menegaskan, apapun alasannya, aksi terorisme tidak dapat dibenarkan maupun ditoleransi.

  • Bagikan
Klik disini??
Ada Informasi??
Selamat Datang Di regamedianews.com
Silhkan Sampaikan Informasi Anda !!!!