Pemkab Pamekasan dan Bea Cukai Madura Beberkan Penggunaan DBHCHT

Pamekasan || Rega Media News

Bea Cukai Madura bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan hadiri acara talkshow di Radio Karimata beberkan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Tahun 2021.

Sebelumnya perlu kita ketahui bersama, bahwasanya pada tahun ini, Pemkab Pamekasan menerima anggaran DBHCHT senilai Rp64,5 miliar yang akan dialokasikan pada beberapa sektor.

Hadir dalam kesempatan itu, Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan, Sri Puji Astuti mengatakan, kalau pembagian alokasi anggaran DBHCHT ini akan meliputi 3 bidang.

Diantaranya, untuk bidang kesejahteraan masyarakat sebesar 50%, bidang penegakan hukum 25%, dan bidang kesehatan 25%.

“Untuk pengalokasian di 3 bidang ini, memang sudah diatur oleh Pemkab Pamekasan,” bebernya saat di acara talkshow.

Lanjut, dirinya juga mengatakan, bahwa dalam bidang kesejahteraan masyarakat dari 50% pembagian DBHCHT dibagi kembali yaitu 15% untuk peningkatan kualitas bahan baku dan 35% untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Zainul Arifin yang juga hadir dalam momentum tersebut mengatakan, kalau dalam bidang penegakan hukum sebesar 25% salah satunya digunakan untuk penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Bea Cukai Madura bekerja sama dengan pemerintah kabupaten yang ada di Madura untuk mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya pemberantasan rokok di tengah masyarakat,” katanya.

Zainul sapaan akrabnya, juga menambahkan, bahwa peran masyarakat sangat besar agar turut ikut andil dalam pemberantasan rokok ilegal di Bumi Gerbang Salam ini.

“Karena semakin sedikit keberadaan rokok ilegal maka nilai cukai yang diterima akan naik, dan dengan meningkatnya nilai cukai maka berimbas pada peningkatan DBHCHT,” tukasnya.

Sementara dalam bidang kesehatan, digunakan untuk pembiayaan jaminan kesehatan. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan program sosialiasasi kepada masyarakat ke desa di 13 kecamatan.

Selain itu, pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang rencananya akan dibangun di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan juga berasal dari DBHCHT, dan masih dalam tahap studi kelayakan.

Diharapkan dengan adanya KIHT bisa mengumpulkan industri rumahan rokok sehingga rokok ilegal semakin berkurang.

KIHT ini direncanakan beroperasi pada tahun 2022 mendatang dan sudah tersedia berbagai fasilitas seperti air, listrik dan alat pelinting rokok. Selain itu juga tersedia tenaga kerja yang bisa disewa atau dikontrak. (Adv)

Klik disini??
Ada Informasi??
Selamat Datang Di regamedianews.com
Silhkan Sampaikan Informasi Anda !!!!