Tak Tersentuh Program Pemerintah, Satu Keluarga di Sampang Tinggal Dirumah Tak Layak Huni

- Jurnalis

Jumat, 10 Januari 2020 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah Abd. Malik warga Jl. Pahlawan, Sampang,  memprihatinkan. Rumah bertembok anyaman bambu.

Kondisi rumah Abd. Malik warga Jl. Pahlawan, Sampang, memprihatinkan. Rumah bertembok anyaman bambu.

Sampang, (regamedianews.com) – Beberapa program pemerintah yang terealisasikan patut diacungkan jempol, namun disisi lain ada catatan miring yang perlu digaris bawahi. Seperti halnya program ‘Bedah Rumah’ yang tidak diterima satu keluarga di Sampang, Madura ini.

Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan dua orang anak ini tinggal di rumah yang tidak layak huni serta kehidupannyapun sangat memprihatinkan.

Kondisi rumah yang terbuat dari bambu dan sisa kayu ini, terletak di Jl. Pahlawan, Gg I, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang. Mirisnya, keluarga tersebut tidak tersentuh program pemerintah setempat (Bedah Rumah, Red).

Baca Juga :  Dicoret Dari Cakades Panggung, Mat Tinggal Ancam Tempuh Jalur PTUN

Baca Juga meninggal-dunia-kepala-desa-galis-dajah-di-paw-putrinya

“Saya bekerja sehari-hari sebagai kuli panggul batu, disalah satu pertambangan di Desa Gunung Maddah. Upahnyapun hanya cukup buat kebutuhan makan sehari-hari pak”, ungkap Abd. Malik saat ditemui regamedianews.com, Rabu (8/1/2020).

Malik mengungkapkan, ia sangat berharap ada bantuan program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Ia khawatir rumahnya roboh, mengingat saat ini kerap terjadi hujan disertai angin.

“Kami takut pak kalau hujan angin, takut roboh. Karena kemarin-kemarin mendengar kabar banyak rumah yang terkena bencana. Mau memperbaiki rumah agar layak saya tidak mampu”, ungkapnya.

Baca Juga :  H-2, Logistik PSU Pilkada Sampang Mulai Didistribusikan

Sementara itu Ketua LSM Gampar M-RI Suharto mengatakan, sebenarnya sejauh ini sudah ada program pemerintah yaitu program bedah rumah atau RTLH, tapi sungguh disayangkan rumah yang bersangkutan terlewati oleh program tersebut.

“Kami berharap kepada Pemerintah agar pelaksanaan program bedah rumah benar-benar merata dan selektif. Kami juga berharap agar di waktu mendatang, program bedah rumah ini benar-benar tepat sasaran”, pungkas Suharto. (adi/har)

Baca Juga lima-pelajar-di-sampang-digelandang-satpol-pp

Berita Terkait

Cegah Keracunan, Disdik Sampang Perketat Pengawasan MBG
Demo Forkot Desak Transparansi Anggaran Pokir DPRD Pamekasan
Industri Genteng Karang Penang Berpeluang Jadi Sentra Nasional
Kapolres Sampang Ajak Jurnalis Bangun Citra Positif Polri
Sekda Sampang Pastikan Revitalisasi Puskesmas Omben Masuk Skala Prioritas 2027
Kuota RTLH Pamekasan 2025 Menurun, Anggaran Per Unit Diusulkan Naik
Kawal Musrenbang, Amin Rais Dorong Percepatan Pembangunan Omben
Konser Valen di Sampang Berlanjut, Penyelenggara Pastikan Sesuai Norma

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:51 WIB

Cegah Keracunan, Disdik Sampang Perketat Pengawasan MBG

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:34 WIB

Demo Forkot Desak Transparansi Anggaran Pokir DPRD Pamekasan

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:55 WIB

Industri Genteng Karang Penang Berpeluang Jadi Sentra Nasional

Rabu, 4 Februari 2026 - 23:41 WIB

Kapolres Sampang Ajak Jurnalis Bangun Citra Positif Polri

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:11 WIB

Kuota RTLH Pamekasan 2025 Menurun, Anggaran Per Unit Diusulkan Naik

Berita Terbaru

Caption: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nor Alam, saat diwawancara awak media di ruang lobby kantornya, (dok. Harry Rega Media).

Daerah

Cegah Keracunan, Disdik Sampang Perketat Pengawasan MBG

Kamis, 5 Feb 2026 - 18:51 WIB