PLN Pamekasan Beberkan Penyebab Listrik Padam

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan Pamekasan, Jl.Kesehatan, Barurambat Kota, (dok. Kurdi Rega Media).

Caption: Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan Pamekasan, Jl.Kesehatan, Barurambat Kota, (dok. Kurdi Rega Media).

Pamekasan,- Keluhan masyarakat Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terkait padamnya aliran listrik sering kali memicu salah paham.

Menanggapi hal itu, Manajer PLN ULP setempat, Andrian Wijaya, menjelaskan mengenai perbedaan antara padam terencana dan padam tidak terencana.

​Dalam istilah kelistrikan, terdapat perbedaan mendasar antara pemadaman yang dilakukan petugas dengan kondisi listrik mati akibat gangguan alam.

​“Padam itu ada dua jenis, yakni terencana dan tidak terencana,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Jika terencana, pihaknya selalu memberikan informasi terlebih dahulu kepada pelanggan.

“Yaitu melalui pengumuman resmi maupun kanal komunikasi PLN,” terang Andrian.

​Menurutnya, Padam Terencana biasanya dilakukan untuk menjaga keandalan jaringan, seperti pemeliharaan rutin, perbaikan tiang, atau relokasi kabel.

Baca Juga :  Rumah Warga Sampang Dihempas Puting Beliung

“Sebaliknya, Padam Tidak Terencana disebabkan oleh faktor eksternal di lapangan,” jelasnya.

​Mengingat PLN Pamekasan melayani sekitar 150 ribu pelanggan, risiko gangguan akibat cuaca ekstrem, pohon tumbang, hingga gangguan binatang sangat tinggi.

​“Beberapa waktu lalu terjadi pohon tumbang akibat angin kencang yang merusak jaringan,” ungkapnya.

Dalam kondisi ini, kata Andrian, pihaknya langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Termasuk kepolisian, untuk percepatan penormalan,” imbuhnya.

​Menariknya, Andrian memiliki filosofi unik dalam memimpin PLN Pamekasan. Ia berseloroh ingin instansinya “dilupakan” oleh masyarakat.

​“Cita-cita saya sederhana, PLN itu pengin dilupakan. Kalau PLN dilupakan artinya listrik aman. Biasanya PLN diingat kalau lampu mati saja,” ucapnya.

Baca Juga :  Pelajar Sampang Tewas Usai Laka Adu Banteng

​Demi menjaga stabilitas pasokan listrik, PLN ULP Pamekasan rutin mengerahkan tim inspeksi, pemeliharaan, hingga tim khusus penanganan laporan.

Ia juga menyoroti pentingnya jarak aman (ruang bebas) jaringan 20 kV, yakni radius tiga meter dari dahan pohon atau bangunan.

​Di akhir penjelasannya, Andrian mengimbau warga agar tidak ragu menggunakan aplikasi PLN Mobile.

​“Masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor. Cukup lapor lewat PLN Mobile, laporan langsung masuk sistem dan bisa dipantau secara real-time oleh pelanggan,” pungkasnya.

Penulis : Kurdi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polres Sampang Ungkap Ciri-Ciri Temuan Tengkorak Manusia
Seorang Kakek di Sampang Tewas Terbakar
Geger! Penemuan Tengkorak Manusia di Sampang
Bersimbah Darah!, Pria Asal Pamekasan Jadi Korban Pembacokan di Bangkalan
DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja
Waspada Longsor Susulan, Puluhan Warga Sana Daya Pamekasan Mengungsi
Baru Diresmikan, Kabel Trafo PJU JLS Sampang Dicuri
Geger! Sumur Bor di Bangkalan Semburkan Minyak Mentah

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:43 WIB

PLN Pamekasan Beberkan Penyebab Listrik Padam

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:11 WIB

Polres Sampang Ungkap Ciri-Ciri Temuan Tengkorak Manusia

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:00 WIB

Seorang Kakek di Sampang Tewas Terbakar

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:58 WIB

Geger! Penemuan Tengkorak Manusia di Sampang

Selasa, 20 Januari 2026 - 23:02 WIB

Bersimbah Darah!, Pria Asal Pamekasan Jadi Korban Pembacokan di Bangkalan

Berita Terbaru

Caption: Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan Pamekasan, Jl.Kesehatan, Barurambat Kota, (dok. Kurdi Rega Media).

Peristiwa

PLN Pamekasan Beberkan Penyebab Listrik Padam

Selasa, 27 Jan 2026 - 20:43 WIB

Caption: Pengurus SMSI Sampang saat menyambangi kaum dhuafa, (dok. foto istimewa).

Sosial

Jelang HPN 2026, SMSI Sampang Berbagi Kepada Dhuafa

Selasa, 27 Jan 2026 - 19:47 WIB

Caption: ilustrasi, seorang santriwati duduk termenung di bawah pohon mangga di sekitar masjid didekat jembatan tol Suramadu, (dok. Syafin Rega Media).

Hukum&Kriminal

Sempat Hilang, Santriwati Korban Pencabulan Ditemukan di Suramadu

Selasa, 27 Jan 2026 - 18:31 WIB