Madura,- Perum Bulog Cabang Madura, mulai mendistribusikan minyak goreng subsidi Minyakita ke pedagang di pasar-pasar rakyat.
Langkah ini untuk menjaga ketersediaan stok, sekaligus menstabilkan harga minyak goreng di pasaran.
Terutama menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriyah.
Secara resmi, Bulog telah mendapatkan penugasan dari pemerintah sebagai distributor Minyakita.
Melalui kebijakan terbaru ini, Bulog diperbolehkan menyalurkan Minyakita langsung ke pengecer, tanpa melalui distributor tingkat dua.
Kebijakan tersebut, dinilai strategis karena mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang.
Bahkan, kerap memicu gejolak harga di tingkat konsumen.
Wakil Pemimpin Cabang Bulog Madura, Muhammad Zaenal Muttaqin menjelaskan, sebagai tahap awal, penyaluran Minyakita dilakukan di Pasar Anom Baru Sumenep dan Pasar Kolpajung Pamekasan.
“Selanjutnya, Minyakita akan didistribusikan ke seluruh pasar rakyat dan pengecer,” ujarnya, Rabu (28/01/2026).
Untuk memastikan penyaluran Minyakita tepat sasaran dan sesuai ketentuan, pihaknya menggandeng Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumenep serta Satgas Pangan Polres Sumenep.
Selain mendistribusikan Minyakita ke pedagang, tim gabungan juga sosialisasi dan pengawasan langsung di pasar.
Zaenal menegaskan, pedagang wajib menjual Minyakita kepada konsumen dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 perliter.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat, Bulog bersama TPID dan Satgas Pangan Polres tidak segan melakukan evaluasi.
“Tentunya terhadap pedagang, apabila ditemukan penyimpangan dalam program penyaluran Minyakita ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Sumenep, Idham Khalid mengatakan, kegiatan itu untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng.
“Hari ini bersama Bulog Madura telah didistribusikan sebanyak 1.800 liter Minyakita di Pasar Anom Baru,” ujarnya
Ia mengungkapkan, Perum BULOG telah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan dan harga Minyakita tetap terjaga.
“Kami bersama TPID dan Satgas Pangan Polres Sumenep akan melakukan pendampingan serta pengawasan secara menyeluruh,” ungkapnya.
Dengan langkah ini, kata Idham, diharapkan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng subsidi dengan harga terjangkau.
“Tentunya serta terhindar dari praktik penimbunan maupun permainan harga di pasar,” pungkasnya.
Penulis : Kurdi
Editor : Redaksi










