Sampang,- Identitas kerangka manusia yang ditemukan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, telah terungkap.
Namun, hingga kini polisi terus mendalami penyebab serta motif di balik kematian korban.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, Satreskrim masih melakukan penyelidikan.
Hal itu, untuk mengurai kasus tersebut. Bahkan, penyidik telah memanggil sejumlah saksi.
“Betul, guna lidik lebih lanjut, penyidik memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan,” ujar Eko, Jumat (30/01/2026).
Langkah tersebut, untuk menggali informasi terkait aktivitas terakhir korban sebelum dinyatakan hilang kontak pada November 2025 lalu.
Diketahui, korban bernama Fauzen (31), warga Sidoyoso Kali Selatan, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya.
“Korban sempat berpamitan hendak pulang ke Desa Prajjan, namun tidak pernah sampai ke tujuan,” ungkap eks Kapolsek Ketapang ini.
Ditanya mengenai hasil pemeriksaan sementara terhadap para saksi, Eko masih enggan membeberkan.
“Hasil pemeriksaan, mohon maaf belum untuk konsumsi publik. Nanti, hasil lidik akan kami sampaikan lagi,” imbuhnya.
Misteri kerangka Fauzen ini sebelumnya terungkap setelah pihak keluarga, yakni Muslik (mertua korban), mengenali atribut yang ditemukan di lokasi.
Berdasarkan keterangan Muslik, istri korban yang berada di Malaysia mengenali jaket, ikat pinggang, hingga sandal yang identik dengan milik suaminya melalui foto yang beredar.
“Tim Inafis dan Dokpol Polda Jatim sebelumnya juga telah melakukan olah TKP lanjutan,” tambah Eko.
Selain itu, kepolisian juga melakukan ekshumasi terhadap kerangka yang sempat dikuburkan di pemakaman umum Kek-kekek, Jl. Pajudan.
“Selanjutnya, tulang-belulang di autopsi ulang di RSUD dr. Mohammad Zyn, sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga,” pungkas Eko.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi










