BMKG Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Saat Musim Pancaroba

- Jurnalis

Selasa, 23 Oktober 2018 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, (regamedianews.com) – Memasuki musim penghujan di Kabupaten Sumenep, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menghimbau kepada masyarakat terus waspada terjadinya angin kencang, puting beliung, petir dan hujan lebat berdurasi singkat yang sporadis saat musim pancaroba tahun ini.

Hal itu dikatakan Kepala BMKG Kalianget Sumenep, Usman Kholid. Menurutnya, diprediksi musim penghujan di Kabupaten Sumenep, Madura, akan terjadi pada November 2018.

Baca Juga :  Peringati HUT Bhayangkara Ke-71, Polres Sampang Jadikan Momentum Mengenang Jasa Pahlawan

Baca juga BMKG Sumenep; Diprakirakan Pencaroba Terjadi Oktober 2018

“Berdasarkan prakiraan musim hujan tahun 2018/2019 Provinsi Jawa Timur dari Stasiun BMKG Malang di Kabupaten Sumenep mulai November 2018,” terangnya, Selasa (23/10).

Menurut usman, awal musim hujan di 27 Kecamatan yang ada di Sumenep tidak sama. Untuk wilayah Kecamatan Arjasa, Gayam, Kangayan, Nongungung, Raas, Sapeken, Bluto, Ganding, Guluk-guluk, Lenteng dan Kecamatan Pragaan masuk dasarian I-III November 2018

Baca Juga :  12 Wanita Penghibur di Pohuwato Terjaring Razia

Baca juga Ini Kesaksian Warga di Madura Yang Sempat Merasakan Getaran Gempa

“Sementara untuk Kecamatan Ambunten, Batang-batang, Batuan, Batuputih, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Giligenting, Kalianget, Gapura, Kota Sumenep, Manding, Pasongsongan, Rubaru, Saronggi dan Kecamatan Talango masuk dasarian I-II Desember 2018,” jelasnya. (gus)

Berita Terkait

RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap
Visi Sampang Terang: Jadikan JLS Magnet Ekonomi
Pemkab Sampang “Sulap” Jalan Gelap Jadi Terang
Prestasi Menurun, Pengurus Baru KONI Pamekasan Dihadapkan Tantangan Berat
Wabup Sumenep: Program 2026 Harus Nyata, Bukan Habiskan Anggaran!
Dana BGN Macet, Tujuh SPPG di Sampang Mogok
DPRD Pamekasan Soroti Sentra Batik Kalampar “Mangkrak”
Wabup Sumenep Tekankan ASN Tinggalkan Pola Kerja Lama

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:34 WIB

RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:09 WIB

Visi Sampang Terang: Jadikan JLS Magnet Ekonomi

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:21 WIB

Pemkab Sampang “Sulap” Jalan Gelap Jadi Terang

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:33 WIB

Wabup Sumenep: Program 2026 Harus Nyata, Bukan Habiskan Anggaran!

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:04 WIB

Dana BGN Macet, Tujuh SPPG di Sampang Mogok

Berita Terbaru

Caption: kiri, Moh Ramadhoni mewakili Direktur RSUD Pamekasan saat ditemui awak media, (dok. Kurdi Rega Media).

Daerah

RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap

Jumat, 9 Jan 2026 - 13:34 WIB

Caption: potongan video viral, sejumlah warga Desa Penyaksagan menampung cairan dari semburan sumur bor menggunakan botol, (dok. Syafin Rega Media).

Peristiwa

Geger! Sumur Bor di Bangkalan Semburkan Minyak Mentah

Jumat, 9 Jan 2026 - 10:05 WIB

Caption: Bupati Sampang H Slamet Junaidi melakukan peninjauan sebelum meresmikan Penerangan Jalan Umum baru di JLS, (dok. Harry Rega Media).

Daerah

Visi Sampang Terang: Jadikan JLS Magnet Ekonomi

Jumat, 9 Jan 2026 - 08:09 WIB

Caption: Bupati Sampang H Slamet Junaidi meresmikan PJU baru di Jalan Lingkar Selatan, (dok. Harry Rega Media).

Daerah

Pemkab Sampang “Sulap” Jalan Gelap Jadi Terang

Kamis, 8 Jan 2026 - 21:21 WIB