Data Orang Miskin di Bangkalan Tak Sinkron

- Jurnalis

Jumat, 17 Mei 2019 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Peneliti Independen (BPI) saat beraundensi di aula kantor Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan.

Badan Peneliti Independen (BPI) saat beraundensi di aula kantor Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan.

Bangkalan, (regamedianews.com) – Badan Peneliti Independen (BPI) melakukan audensi ke Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan tentang jumlah validasi orang miskin yang kurang jelas di Kabupaten Bangakalan, Kamis (16/05/2019).

Kordinator audensi BPI Bangkalan, Yudika menjelaskan, tentu pihaknya telah berkordinasi dengan pimpinan daerah dan pimpinan wilayah BPI, karena merasa kaget masalah terkait kevalidasi data orang miskin di Kabupaten Bangkalan.

“Karena data tersebut menjadi fenomena bagi kita, data yang terbaru tahun 2019, informasi dari pusat itu bahwa jumlah non PKH itu hanya 50 ribu lebih, sedangkan PKH nya 30 lebih ini data validnya. Sementara untuk Non PKH sekitar 99 ribu lebih, disini kita lihat lebih banyak yang non PKHnya”, ujarnya.

Menurutnya, dilihat data tahun 2015 Basis Data Tunggal (BDT) Kabupaten Bangkalan sekitar berjumlah 141 ribu. Dari BDT ini didata lagi menjadi data KKS sebanyak 93 ribu, dari KKS ini baru nanti dipilah untuk PKH.

“Dan ternyata kita cek tahun 2018 sekitar 70 miliar dan sangat fantastic. Dan tahun 2019 menjadi naik, padahal rumusan awal menjadi 140 miliar untuk para PKH”, terangnya.

Hal tersebut, menurutnya menjadi pertayaan besar dan sudah kita diskusikan, kenapa bisa terjadi perubahan data? Data yang ada di Kabupaten Bangkalan yang ada di Dinsos itu berdasarkan data PKH berjumlah 701058, sedangkan data yang dari Kementerian 33 ribu sisanya hilang sebanyak 40 ribu, jangan – jangan apakah telah terjadi tsunami di Bangkalan? inikan menjadi pertanyaan besar, bisa jadi indikasinya terjadi rangkap data.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jamsos Tenaga Pendidik Madrasah di Bangkalan

“Maka Oleh karna itu, setelah kita kaji terkait PKH tadi, katanya masih akan koordinasi dengan penanggulangan fakir miskin dan menanyakan kepada kemeterian pusat untuk bagaimana perubahan data kenapa ini tidak bisa sinkron?,” pintanya.

Pihaknya juga mempertanyakan Dan tanyakan apa yang selama ini dikerjakan pendamping PKH tingkat Desa dan tingkat Kecamatan serta tingkat Kabupaten atau jangan jangan ini tidak bekerja ? “Kok bisa data tersebut sampai kurang 40 ribu yang hilang, ini ada apa?,” jelasnya.

Yudika juga menyoroti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), menurutnya data penerimanya saat ini masih aneh. Karna BPNT ini pelaksanaannya sekitar bulan juli awal, jadi tinggal menghitung hari dari bulan mei, juni dan juli. Sedangkan data ini belum valid.

“Maka dari itu kami mendesak bagaimana kevalidatan data harus jelas. Dinsoa kemarin ada anggaran untuk pendataan verval, verifikasi dan validasi data untuk data orang miskin,” tandasnya.

“Dan ini kalau memang ada bagaimana outputnya hasilnya? Kok belum selesai juga? Pertanyaannya kemana larinya anggaran itu?,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan,Plt Danramil Robatal lakukan Patroli

“Jadi sampai sekarang Dinsos belum bisa menvalidkan data BPNT, acuannya data mana yang akan digunakan?,” paparnya.

“Jadi sampai detik ini masih timbul tanda tanya besar dan ini menjadi PR kita bersama dan BPI selaku lembaga Independen harus mengawal ini dengan baik,” ungkapnya.

“Jadi persoalan yang kami sampaikan masalah data PKH, dan masalah data BPNT dan terangkhir PR kita bersama menyelesaikan validasi data orang miskin ini,” pintanya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial Kabupaten Bangkalan Didik Yanuardy menerima segala upaya yang disampaikan teman teman BPI “Nanti kami akan berkordinasi dengan kementerian dan nanti kita akan melakukan kroscek NIk ke Dispenduk untuk sementara itu,” tanggapnya.

Dan pihaknya juga akan mengupayakan karna waktunya sudah mepet, mau tidak mau kalau kita menggunakan kartu, kita harus benar benar menyeleksi. Dan kami minta kepada suluruh element agar bisa membantu.

“Harapan kami 20 ribu lebih non PKH ini ada perubahan, yang meninggal kita ganti disesuaikan dengan BDT tapi karna itu data dari pusdajatim ini akan sia sia dan kita juga akan terus lakukan verval,” pungkasnya. (sfn/tfk)

Berita Terkait

Sikat Reklame Liar! Satpol PP Sumenep Jalankan Instruksi Presiden
Pemkab Sumenep Pastikan Dana Stimulan Tahap II Tepat Sasaran
Bupati Pamekasan Minta Tuduhan Jual Beli Jabatan Disertai Bukti
Soal Jaspel, Bupati Sampang Pastikan Hak Nakes RSMZ Terpenuhi
Evaluasi RSMZ, Bupati Sampang Tekankan Hapus Pola Lama
Kamura Gagas KEK Tembakau Madura Demi Kesejahteraan Petani
Cegah Keracunan, Disdik Sampang Perketat Pengawasan MBG
Demo Forkot Desak Transparansi Anggaran Pokir DPRD Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:03 WIB

Sikat Reklame Liar! Satpol PP Sumenep Jalankan Instruksi Presiden

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:03 WIB

Pemkab Sumenep Pastikan Dana Stimulan Tahap II Tepat Sasaran

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:57 WIB

Soal Jaspel, Bupati Sampang Pastikan Hak Nakes RSMZ Terpenuhi

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:11 WIB

Evaluasi RSMZ, Bupati Sampang Tekankan Hapus Pola Lama

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:21 WIB

Kamura Gagas KEK Tembakau Madura Demi Kesejahteraan Petani

Berita Terbaru

Caption: Kanit Resmob Satreskrim Polres Sampang bersama Kapolsek Kedungdung dan anggotanya, saat mengamankan dua pelaku penganiayaan guru tugas, (sumber foto. Humas Polres Sampang).

Hukum&Kriminal

Polisi Tangkap Wali Santri Penganiaya Guru Tugas di Sampang

Sabtu, 7 Feb 2026 - 17:26 WIB

Caption: ilustrasi pasangan suami istri di Kabupaten Bangkalan digerebek polisi saat asyik pesta sabu-sabu didalam kamar rumahnya, (dok. Redaksi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Pasutri Pengedar Sabu di Bangkalan Digerebek Polisi Saat Nyabu

Sabtu, 7 Feb 2026 - 10:17 WIB

Caption: anggota Satreskrim Polres Sampang mengawal ketat pasutri inisial ZA dan SM pelaku curanmor di Jalan Wijaya Kusuma, (sumber foto. Humas Polres Sampang).

Hukum&Kriminal

Usai Ciduk Pasutri Pencuri Scoopy, Polres Sampang Buru Sang Penadah!

Jumat, 6 Feb 2026 - 21:57 WIB