Launching Kripik Bote, Produk Unggulan KKN 42 UTM

- Jurnalis

Rabu, 17 Juli 2019 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Launching kripik bote di posko KKN 42 UTM.

Launching kripik bote di posko KKN 42 UTM.

Bangkalan, (regamedianews.com) – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KkN) 42 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan launching produk terbaru, yakni Keripik Bote. Launching produk ini dihadiri oleh pemuda, masyarakat dan badan kelengkapan Desa Kateleng, Bangkalan. KKN 42 merupakan salah satu kelompok KKN Tematik Mandiri yang dibina Hammam selaku dosen pembimbing lapangan yang ditunjuk oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UTM (LPPM).

Bote menjadi sebuah produk unggulan yang ada didesa tempat mereka melakukan pengabdian. Pengabdian ini dilakukan di Desa Kateleng, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. KKN 42 memilih bote sebagai bahan utama dalam produk unggulan desa setelah dilakuakan survei terkait potensi alam yang ada didesa. Ketika KKN 42 melakukan observasi potensi alam desa, KKN 42 menemukan banyak tumbuhan bote.

Tumbuhan bote banyak tumbuh di halaman warga desa Kateleng tetapi penduduk sekitar memiliki pengetahuan yang kurang dalam hal pengolahannya. Kebanyakan warga mengolah bote menjadi makanan berat seperti direbus dan dijadikan kolak, tentunya hal ini tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Dari proses pengolahan sederhana terhadap bote tersebut terbentuklah sebuah inovasi, untuk mengolah bote menjadi bernilai jual tinggi, yakni dengan cara mengolahnya menjadi sebuah keripik bote, jajanan khas anak desa Kateleng dan diberi nama “Areka Jajan Bote”.

Baca Juga :  Dampak Covid-19, Pemberangkatan 737 CJH Di Bangkalan Ditunda

Pembuatan keripik bote ini tidak hanya dilakukan oleh kelompok KKN 42 UTM, melainkan juga oleh forum pemuda desa kateleng yang juga tergabung dalam berbagai organisasi. Pemuda desa sengaja dilibatkan dalam proses pembuatan produk unggulan ini dengan tujuan setelah KKN 42 habis masa pengabdian didesa, produk unggulan desa ini tetap ada dan dilanjutkan oleh pemuda desa, untuk membantu menambah pendapatan desa untuk menciptakan kondisi desa yang lebih baik lagi.

Setelah KKN 42 memproduksi keripik bote selama kurang dari dua minggu didesa Kateleng, keripik bote ini telah secara simbolis diserahkan kepada pemuda Desa Kateleng dalam acara launching produk kripik bote. Launching produk ini dilakukan dengan pemotongan pita oleh Agus (sekretris desa) selaku perwakilan dari kepala desa yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya Agus menyatakan, ia bangga dengan adanya produk unggulan desa ini, diharapkaan produk ini nantinya dapat terus berkembang dan tidak punah setelah mahasiswa KKN meninggalkan desa.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Mayat Yang Ditemukan di Pulau Mandangin Sampang Diketahui

Prosesi selanjutnya yakni penyerahan keripik bote dari KKN 42 kepada Shovi(16), pihak koordinator pemuda dari desa kateleng. Tugasnya adalah sebagai penanggung jawab terhadap perkembangan produksi, dan hal-hal lain terkait dengan proses produksi keripik bote. Dengan dilakukaannya prosesi penyerahan ini secara resmi produk kripik ini menjadi milik pemuda desa kateleng.

Maryatik, Salah satu perwakilan dari pemuda desa yang juga merupakan kaki tangan kepala desa menyampaikan pesan kepada para pemuda desa, setelah adanya produk keripik bote ini diharapakan seluruh pemuda Desa Kateleng mau untuk melanjutkan proses produksinya, karena hal seperti ini yang kita cari yaitu produk lokal yang dikembangkan oleh pemuda desa asli dari daerah itu sendiri dan sudah menjadi tanggung jawab bersama, untuk menjunjung produk dalam negeri bukan dari luar negeri.

“Kepada para pemuda, dengan adanya produksi keripik bote diharapkan mampu mengurangi jumlah pemuda pengangguran yang ada di Desa Kateleng sendiri. Selain pemuda, banyak ibu-ibu yang tertarik terhadap produk bote ini. Terbukti ketika kegiatan launching selesai mereka langsung menyerbu untuk membeli keripik bote”, pungkasnya. (sfn/tfk)

Berita Terkait

Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis
PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang
RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap
Visi Sampang Terang: Jadikan JLS Magnet Ekonomi
Pemkab Sampang “Sulap” Jalan Gelap Jadi Terang
Prestasi Menurun, Pengurus Baru KONI Pamekasan Dihadapkan Tantangan Berat

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:02 WIB

Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:33 WIB

Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:24 WIB

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:09 WIB

Visi Sampang Terang: Jadikan JLS Magnet Ekonomi

Berita Terbaru

Caption: ilustrasi pelaku kriminal ditangkap, Pj Kades Tlagah beberkan surat pengunduran diri inisial UA dari jabatannya sebagai perangkat desa, (dok. Harry Rega Media).

Hukum&Kriminal

Pj Kades Tlagah Bantah Jambret Maut di Pamekasan Jabat Kasun

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:49 WIB

Caption: Dandim Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, menyampaikan arahannya saat grand launching SPPG di Kecamatan Rubaru, (sumber foto. Sumenep.go.id).

Daerah

Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG

Minggu, 11 Jan 2026 - 12:02 WIB

Caption: sebelum pengukuhan, panitia membacakan SK pengurus ranting dan anak ranting Muslimat NU Kecamatan Kedungdung, (dok. foto istimewa).

Daerah

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Sabtu, 10 Jan 2026 - 17:13 WIB

Caption: Manajer PLN UP3 Madura Fahmi Fahresi, diwawancara usai peresmian PJU baru di JLS Sampang, (dok. Harry Rega Media).

Daerah

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:24 WIB