Berkat Dukungan Lintas Sektor, Pemdes Moktesareh Sukses Turunkan Stunting

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2020 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berlangsungnya kegiatan rembuk stunting dengan tema

Berlangsungnya kegiatan rembuk stunting dengan tema "Akselerasi Stunting Tahun 2020 di Desa Lokus Stunting" Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Sampang.

Sampang || Rega Media News

Pemerintah Desa (Pemdes) Moktesareh bersama Tim Pokja Kabupaten Sampang menggelar pertemuan rembuk Stunting dengan tema “Akselerasi Stunting Tahun 2020 di Desa Lokus Stunting”, bertempat di halaman rumah Kepala Desa setempat. Selasa (08/09/2020) pagi.

Kegiatan Gerakan Masyarakat (Germas) Cegah Stunting ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Moktesareh Moh. Fadol dan dihadiri Camat Kedungdung Ach Sulhan, Kapolsek Kedungdung AKP Iqbal Gunawan, Kepala Puskesmas Kedungdung Zahruddin, Tim Penggerak PKK dan Perangkat Desa setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Moktesareh, Moh. Fadol mengatakan, tujuan pertemuan rembuk stunting ini sebagai bentuk kesungguhan Pemdes Moktesareh, dalam rangka upaya menurunkan balita stunting dengan melakukan aksi konvergensi/integrasi program, dan kegiatan yang terkait dengan percepatan pencegahan stunting.

“Melakukan pengumpulan dan publikasi data balita stunting, serta program percepatan yang sudah dilakukan secara berkala, menggunakan data sebagai dasar untuk melakukan perbaikan program,” katanya.

Baca Juga :  Rusli Habibie Himbau Warga Tampung Pengungsi Palu Asal Gorontalo

Lebih lanjut Moh. Fadol memaparkan, prevalensi stunting Desa Moktesareh di 4 Dusun yakni, Tenjui, Cak Ancak, Lenteng dan Bunot pada tahun 2018  mencapai 57,2 % dan tahun 2019 sudah mulai ada penurunan menjadi 30,1 %. Sementara, untuk tahun 2020 menjadi 13,7 %.

“Capaian ini tidak lepas dari beberapa kegiatan yang sudah dilakukan oleh Pemdes bersama lintas sektor di Kecamatan Kedungdung, yakni memberikan pendampingan dan pemberian PMT balita gizi buruk, BGM, BBLR dan Bumil, Monitoring garam yodium, Pemetaan kadarzi, Pemberian tablet FE pada remaja putri.

Selain itu, pengadaan mikrotoa, panjang badan dan timbangan, kelas bumil dan kelas balita, kelas calon pengantin, gebyar pre eklamsi, kemitraan bidan dan dukun, serta review P4K dan pemantauan pemasangan stiker P4K.

“Pemantauan Bumil resiko tinggi, ANC Mobile, Penjaringan di SD, SMP dan SMA, Pemberian obat cacing dan vitamin A, Pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat, Pelaksanaan verifikasi penyehatan air, PHBS di Sekolah, Pendewasaan usia perkawinan pelayanan inplan gratis dan Kegiatan BKB,” pungkasnya.

Baca Juga :  PAD Anjlok, Bupati Aceh Selatan Didesak Segera Mutasi Kepala SKPK

Sementara Tim Pokja Stunting Kabupaten Sampan, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini mengungkapkan, penurunan ini berkat dukungan dan kerjasama lintas sektor dan lintas program. Karena, Desa Moktesareh sudah cukup berhasil dan hal ini bisa di lihat dari cakupan prevalensi balita stunting yang mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Kita patut apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas capaian yang baik ini. Khususnya untuk Pemdes Moktesareh,” ungkap perempuan yang kini menjabat Kasi KGM Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang.

Sekedar diketahui, kegiatan pertemuan rembuk stunting ini mengikuti protokol kesehatan Covid-19, sehingga sebelum kegiatan berlangsung, peserta yang mengikuti kegiatan ini di lakukan pengukuran suhu tubuh oleh penyelenggara kegiatan dan wajib memakai masker serta tempat duduk diatur jarak. (adi/har)

Berita Terkait

Bupati Sampang Tekankan Transparansi Penggunaan Dana Desa
DPRD Sampang Sepakati APBD 2026 Sebesar Rp1,98 Triliun
Pemkab Pamekasan Perkuat Peran Posyandu Tekan Angka Stunting
Pamekasan Ekspor Produk Tembakau Rp2,7 Miliar
Nelayan Arosbaya Protes, Kapal Troll Ancam Nyawa dan Ekosistem Laut
13 Desember 2025, MUI Sampang Gelar Musda ‘Pemilihan Ketua’
Pemkab Sampang Wujudkan Lingkungan Sehat Tanpa Rokok
Kupas Tuntas Tiga Biang Keladi Residivisme

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 09:09 WIB

Bupati Sampang Tekankan Transparansi Penggunaan Dana Desa

Jumat, 28 November 2025 - 17:13 WIB

DPRD Sampang Sepakati APBD 2026 Sebesar Rp1,98 Triliun

Jumat, 28 November 2025 - 13:12 WIB

Pemkab Pamekasan Perkuat Peran Posyandu Tekan Angka Stunting

Kamis, 27 November 2025 - 22:07 WIB

Nelayan Arosbaya Protes, Kapal Troll Ancam Nyawa dan Ekosistem Laut

Kamis, 27 November 2025 - 17:08 WIB

13 Desember 2025, MUI Sampang Gelar Musda ‘Pemilihan Ketua’

Berita Terbaru

Caption: Personel BPBD Sampang bersama nelayan, berupaya mengevakuasi kapal slerek yang tenggelam di perairan laut Camplong, (sumber foto: BPBD Sampang).

Peristiwa

Ombak Ganas Telan Kapal Warga Camplong Sampang

Sabtu, 29 Nov 2025 - 22:02 WIB

Caption: potongan video, tampak polisi bersama warga mengevakuasi bocah tenggelam di tambak ikan nila di Desa Aeng Sareh, (dok. Harry, Rega Media).

Peristiwa

Nyawa Bocah Sampang Melayang ‘Demi Sandal’

Sabtu, 29 Nov 2025 - 15:23 WIB

Caption: Bupati Sampang H Slamet Junaidi, sampaikan sambutan saat sosialisasi akuntabilitas pengelolaan dana desa, (sumber foto: Diskominfo Sampang).

Daerah

Bupati Sampang Tekankan Transparansi Penggunaan Dana Desa

Sabtu, 29 Nov 2025 - 09:09 WIB

Caption: Bupati Sampang sampaikan sambutan saat rapat paripurna DPRD Sampang, tentang persetujuan APBD tahun 2026, (dok. Harry, Rega Media).

Daerah

DPRD Sampang Sepakati APBD 2026 Sebesar Rp1,98 Triliun

Jumat, 28 Nov 2025 - 17:13 WIB