Akibat Tanggul Jebol, Petani Garam di Sampang Terancam Kandas

- Jurnalis

Senin, 26 April 2021 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi tanggul jembol di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Lokasi tanggul jembol di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Sampang || Rega Media News

Akibat tanggul tambak siring di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, jebol, sejumlah petani garam di desa setempat terancam gagal panen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun regamedianews.com, jebolnya tanggul sepanjang 200 tersebut terjadi sudah beberapa bulan lalu. Jebol, lantaran tidak mampu menahan tingginya volume air laut.

Kepala Desa Pangarengan Moh Aksan membenarkan jebolnya tanggul di daerahnya, akibat tidak mampu menahan arus air laut, juga diduga karena kurangnya perawatan dari pemilik tambak terhadap tanggul.

Baca Juga :  Geger, Bocah Jember Temukan Mayat di Sungai

“Jebolnya sudah lama tetapi belum diperbaiki, karena biaya perbaikan berkisar Rp 40 hingga Rp 50 juta, sehingga dibiarkan,” ujar Aksan saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (25/04/21) malam.

Informasinya, ungkap Aksan, tambak tanggulnya jebol itu disewakan kepada orang Sumenep. Memasuki proses persiapan panen, para pemilik tambak disekitar tanggul mendatanginya.

“Sejumlah petani garam datang ke saya untuk minta solusi. Selanjutnya, mengumpulkan para petani garam yang terdampak disaksikan oleh Forkopimcam untuk sama-sama mencari solusi,” terangnya.

Baca Juga :  PAS Berkomitmen Menjadi Wadah Perjuangan Membangun Sampang

Aksan mengaku, pihaknya kesulitan mengundang penyewa tambak yang tanggulnya jebol, karena bukan warga Sampang. Menurutnya, jebolnya tanggul sangat berpengaruh besar terhadap penghasilan petani garam.

“Mayoritas pendapatan masyarakat desa kami dari garam. Jadi, kalau kerusakan tanggul itu dibiarkan terus menerus mereka akan terancam gagal panen,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemkab Pamekasan Gandeng Pengusaha Ringankan Beban UHC
Pimpin Disdik Sampang, Nor Alam Emban Misi Pembenahan
Pagu DD 2026 Turun, Pemdes Pamekasan Diminta Fokus Skala Prioritas
Wabup Bangkalan Tekankan Profesionalisme ASN Pendidikan
Disfungsi SDN Batuporo Timur 1, DPRD Sampang Siapkan Pansus dan Audit Investigatif
BPJS Ketenagakerjaan Sasar Tenaga Pendidik Madrasah di Sampang
SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terancam “Gulung Tikar”
IWO Pamekasan Fokus Kawal Pembangunan Madura

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:37 WIB

Pemkab Pamekasan Gandeng Pengusaha Ringankan Beban UHC

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:49 WIB

Pimpin Disdik Sampang, Nor Alam Emban Misi Pembenahan

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:12 WIB

Pagu DD 2026 Turun, Pemdes Pamekasan Diminta Fokus Skala Prioritas

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:23 WIB

Wabup Bangkalan Tekankan Profesionalisme ASN Pendidikan

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:03 WIB

Disfungsi SDN Batuporo Timur 1, DPRD Sampang Siapkan Pansus dan Audit Investigatif

Berita Terbaru

Caption: Kapolres Sampang AKBP Wibowo, didampingi Kasi Humas Ipda Agung Intama dan Kasat Reskrim AKP Hafid Dian Maulidi, (dok. Syafin Rega Media).

Hukum&Kriminal

Polisi Ungkap Pelaku Pembacokan di Kos Tanah Merah

Jumat, 23 Jan 2026 - 16:06 WIB

Caption: Bupati Pamekasan KH.Kholilurrahman pose bersama pengusahan dan pihak BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Ronggosukowati, (dok. foto istimewa).

Daerah

Pemkab Pamekasan Gandeng Pengusaha Ringankan Beban UHC

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:37 WIB

Caption: pose dengan Bupati H.Slamet Junaidi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Nor Alam tunjukkan SK, (sumber foto: Prokopim Pemkab Sampang).

Daerah

Pimpin Disdik Sampang, Nor Alam Emban Misi Pembenahan

Jumat, 23 Jan 2026 - 11:49 WIB