Gerakan Moral, Civitas Akademika UTM Kibarkan Bendera Hitam

- Jurnalis

Kamis, 8 Februari 2024 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Civitas Akademika Universitas Trunojoyo Madura kibarkan bendera hitam, (dok. regamedianews).

Caption: Civitas Akademika Universitas Trunojoyo Madura kibarkan bendera hitam, (dok. regamedianews).

Bangkalan,- Element akademisi Universitas Trunojoyo mengibarkan bendera hitam, sebagai bentuk pernyataan sikap dengan kondisi demokrasi yang terjadi di Indonesia.

Selain mengkritisi Demokrasi, Pengibaran Bendera Hitam itu dianggap sebagai wujud keprihatinan terhadap situasi politik jelang Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

Acara itu dikemas dengan gerakan moral Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Panggilan Hati (Pangesto Ateh Kanggui Indonesia) dari Madura untuk Indonesia.

Civitas academika UTM berkumpul di taman kampus rektorat, guna menyampaikan aspirasi keprihatinan yang sedang dialami bangsa ini.

Menurut elemen civitas academica UTM, dalam situasi seperti ini, kampus harus hadir untuk mengingatkan lebih intens kepada penguasa, agar nalar kekuasaan bisa dijalankan dengan lebih sehat dan bersih.

Seraya berharap akan terus muncul perbaikan situasi politik kenegaraan yang lebih kondusif menuju Pemilu 2024.

Mereka juga menuliskan aspirasi, dalam bentangan kain putih, guna mengingatkan elit kekuasaan agar tetap bersih menjaga nalar kekuasaan.

Baca Juga :  Pengalaman Perang Pelopor Brimob, Hudaya Sumarya Dijadikan Buku

Acara tersebut, juga diisi dengan penyampaian pendapat langsung dari civitas academica, untuk perbaikan demokrasi dan pemilu bersih.

Kemudian, dilanjutkan pembacaan aspirasi dan deklarasi politik bersih yang dilakukan oleh perwakilan dosen dan mahasiswa.

“Kegiatan ini adalah inisiatif dari element civitas akademika Universitas Trunojoyo Madura (UTM). ujar Wakil Rektor III UTM Surokim Abdus salam, Rabu (07/02/202).

Meski demikian, kegiatan menyikapi pandangan buruk keadaan demokrasi yang terjadi jelang Pemilu 14 Februari 2024 ini sudah persetujaun pimpinan UTM.

Menurutnya, kegiatan gerakan moral ini sebagai bentuk dukungan moral. Karena sejak awal, pihaknya mengaku sudah mewanti-wanti aspirasi yang dilakukan civitas akademika menunjukkan pada gerakan moral, bukan gerakan partisan.

“Sebagai salah satu ikhtiar untuk tidak partisan, tidak ada kaitannya dengan dukung mendukung pasangan calon tertentu,” tandasnya.

Baca Juga :  Suporter Arema dan Bonek di Lumajang Bentrok

“Kami sebagai pimpinan UTM, merestui gerakan moral ini sebagai dukungan atmosfer demokrasi agar lebih tegak lurus dan lebih baik,” imbuhnya.

Oleh karena itu, inisiatif gerakan moral dari elemen civitas akademika, menurut Surokim, dari pembacaan maklumat, hasil kajian dan realease yang sudah dibaca oleh civitas akademika UTM, hampir tidak ada pernyataan UTM Partisan atau memihak pada salah satu pasangan calon.

“Gerakan moral ini murni adalah himbauan dan gerakan moral untuk meluruskan demokrasi, untuk mengawal agenda reformasi. Dan itu menjadi tugas abadi civitas akademika,” ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuh Surokim, jika ada pihak pihak yang kemudian mengatakan kegiatan ini tidak bermakna, maka dengan jelas kami pastikan bahwa kegiatan ini adalah urgent untuk disuarakan.

“Bahwa jalannya reformasi harus dikawal tegak lurus pada arah reformasi 98,” pungkasnya.

Berita Terkait

Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan
Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan Transparansi Digital
Bupati Sampang: Anggaran Terbatas, Jaminan Kesehatan Harus Tetap Jalan
Pamekasan Darurat Perceraian, 1.694 Kasus Masuk Pengadilan Agama
Musrenbang Banyuates, Ra Mahfudz Beberkan 4 Prioritas Sampang 2027
Lecehkan Atlet, KBI Bangkalan Desak Ketua Pengprov Jatim Dicopot
Blak-Blakan! Kades Waru Barat ‘Semprot’ PDAM Depan Bupati Pamekasan
Resmi Dilaunching, SPPG Torjunan Komitmen Sajikan Menu Higienis

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:43 WIB

Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:48 WIB

Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan Transparansi Digital

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:49 WIB

Bupati Sampang: Anggaran Terbatas, Jaminan Kesehatan Harus Tetap Jalan

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:07 WIB

Pamekasan Darurat Perceraian, 1.694 Kasus Masuk Pengadilan Agama

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:08 WIB

Musrenbang Banyuates, Ra Mahfudz Beberkan 4 Prioritas Sampang 2027

Berita Terbaru

Caption: atap rumah warga Sampang ambruk usai diterjang hujan disertai angin kencang, (sumber foto: BPBD Sampang).

Peristiwa

Angin Kencang Terjang Sampang, Belasan Rumah Rusak

Minggu, 1 Feb 2026 - 23:03 WIB

Caption: atap dan dingding rumah warga Pamekasan ambruk usai diterjang angin kencang, (sumber foto: BPBD Pamekasan).

Peristiwa

21 Titik di Pamekasan Disapu Angin Kencang

Minggu, 1 Feb 2026 - 21:08 WIB

Caption: api tampak membesar dan membakar mobil sedan BMW di tepi jalan raya Desa Ketapang Daya, (dok. Harry Rega Media).

Peristiwa

Mobil BMW Ludes Terbakar di Ketapang Sampang

Sabtu, 31 Jan 2026 - 23:24 WIB

Caption: konferensi pers, Pengadilan Agama Pamekasan ungkap kasus angka perceraian selama tahun 2025, (dok. Kurdi Rega Media).

Daerah

Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan

Sabtu, 31 Jan 2026 - 20:43 WIB