Sumenep,- Mengawali tahun anggaran 2026, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim memberikan instruksi tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya.
Instruksi tersebut disampaikan dalam apel gabungan di Kantor Bupati, Senin (05/01) kemarin.
Ia menekankan, setiap program kerja tahun ini harus memiliki dampak langsung yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, perencanaan dan pelaksanaan program kerja adalah fondasi tata kelola pemerintahan yang efektif.
“Kita ingin setiap rupiah di APBD 2026 benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ucap kiai Imam.
“Bukan sekadar fokus pada penyerapan anggaran,” tegasnya, dilansir dari laman resmi Pemkab Sumenep, Rabu (07/01).
Dalam kesempatan tersebut, kiai Imam juga memaparkan rapor hijau kinerja keuangan daerah sepanjang tahun 2025.
“Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 109,18%, naik sekitar Rp48,4 miliar (15,9%) dibanding tahun sebelumnya,” bebernya.
Ia mengungkapkan, serapan belanja daerah tahun 2025 tercatat sebesar 88,30% atau setara dengan Rp2,38 triliun.
“Kami mengingatkan agar pimpinan perangkat daerah rutin melakukan evaluasi berkala,” ujar kiai Imam.
Menurutnya, evaluasi adalah alat untuk memperbaiki kebijakan dan mengatasi kendala di lapangan secara cepat.
Ia menegaskan, evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Target harus terukur, hasilnya harus bermanfaat,” pungkasnya.
Penulis : Red
Editor : Redaksi










