Peringatan Dini BMKG: Sampang Masuk Wilayah Rawan Angin Kencang

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: ilustrasi hujan disertai angin dan petir menerpa wilayah kabupaten, (dok. Harry Rega Media).

Caption: ilustrasi hujan disertai angin dan petir menerpa wilayah kabupaten, (dok. Harry Rega Media).

Sampang,- Masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, periode 11 hingga 20 Januari 2026.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Mohammad Hozin menegaskan, saat ini wilayah Jawa Timur memasuki puncak musim hujan.

“Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru per 12 Januari, Sampang masuk dalam daftar wilayah peringatan dini angin kencang,” ujarnya.

Selain itu, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diprediksi akan sering terjadi dalam sepuluh hari kedepan.

Baca Juga :  Terkait Pembakaran Mapolsek Tambelangan, 3 Orang Kembali Diamankan Polisi

“Kami meminta masyarakat waspada, terutama terhadap potensi angin kencang dan hujan lebat yang dapat terjadi secara mendadak,” imbaunya.

Hozin menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini sangat labil, dipicu aktifnya monsun Asia dan suhu muka laut yang cukup signifikan di sekitar Selat Madura.

“Guna meminimalisir dampak risiko bencana, kami menekankan beberapa poin penting bagi warga lokal,” ujarnya.

Mengingat adanya peringatan angin kencang, warga diimbau menjauhi pohon besar atau papan reklame saat terjadi hujan.

“Bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, diharapkan rutin memantau perkembangan situasi lingkungan, jika hujan turun dengan durasi lama,” tandas Hozin.

Baca Juga :  Seorang Pria di Sampang Tewas Dibacok Saat Potong Rambut

Disisi lain, masyarakat diminta tidak mudah termakan hoaks, dan selalu merujuk pada informasi resmi dari kanal BMKG maupun BPBD.

Ia mengungkapkan, puncak musim hujan ini dibarengi dengan gangguan gelombang atmosfer MJO melintasi Jatim.

“Kami di BPBD terus bersiaga dan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.

Hozin juga mengingatkan, para nelayan dan masyarakat pesisir di Sampang untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.

“Hal ini mengingat adanya pengaruh suhu muka laut yang menimbulkan awan konvektif dan memicu petir serta angin kencang,” pungkasnya.

Penulis : Harry

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sampang Siaga!, Banjir Rendam Sejumlah Desa dan Ruas Jalan Protokol
Sinergi PHE WMO dan Warga Tlangoh: Sulap Abrasi Jadi Ladang Rezeki

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 16:54 WIB

Peringatan Dini BMKG: Sampang Masuk Wilayah Rawan Angin Kencang

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:14 WIB

Sampang Siaga!, Banjir Rendam Sejumlah Desa dan Ruas Jalan Protokol

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:04 WIB

Sinergi PHE WMO dan Warga Tlangoh: Sulap Abrasi Jadi Ladang Rezeki

Berita Terbaru

Caption: ilustrasi hujan disertai angin dan petir menerpa wilayah kabupaten, (dok. Harry Rega Media).

Pariwisata

Peringatan Dini BMKG: Sampang Masuk Wilayah Rawan Angin Kencang

Senin, 12 Jan 2026 - 16:54 WIB

Caption: ilustrasi pelaku kriminal ditangkap, Pj Kades Tlagah beberkan surat pengunduran diri inisial UA dari jabatannya sebagai perangkat desa, (dok. Harry Rega Media).

Hukum&Kriminal

Pj Kades Tlagah Bantah Jambret Maut di Pamekasan Jabat Kasun

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:49 WIB

Caption: Dandim Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, menyampaikan arahannya saat grand launching SPPG di Kecamatan Rubaru, (sumber foto. Sumenep.go.id).

Daerah

Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG

Minggu, 11 Jan 2026 - 12:02 WIB

Caption: sebelum pengukuhan, panitia membacakan SK pengurus ranting dan anak ranting Muslimat NU Kecamatan Kedungdung, (dok. foto istimewa).

Daerah

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Sabtu, 10 Jan 2026 - 17:13 WIB