Sampang,- Madrasah Mambaul Ihsan, Dusun Solong Barat, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi religius.
Selama dua hari berturut-turut, lembaga ini menggelar acara Wisuda Khotmil Qur’an atau Khotaman yang ke-2, puncaknya pada Selasa (03/02/2026) malam.
Acara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh berbagai jenjang usia, mulai dari tingkat balita di bawah 5 tahun hingga tingkat dewasa.
Penggunaan metode Qiraati, menjadi keunggulan tersendiri dalam memastikan kualitas bacaan Al-Qur’an para santri sejak usia dini.
Tema yang diusung dalam perhelatan tahun ajaran 2025-2026 ini adalah “Peningkatan atau Pembinaan Ilmu dan Akhlaqul Karimah”.
Hal ini menegaskan, Mambaul Ihsan tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual dan kefasihan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pembentukan karakter santri.
Pengelola Umum Mambaul Ihsan, Ustadz Abdul Basit, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang berlangsung sejak tanggal 2 hingga 3 Februari 2026 tersebut.
“Kami ingin menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia emas (balita),” ujarnya.
Dengan metode Qiraati, ungkap Ustadz Abdul Basit, ia berupaya menjaga kualitas bacaan mereka agar sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.
“Tentunya dibarengi dengan pembinaan akhlak, agar mereka menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya kepada regamedianews.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya KH. Imam Sutaji dari Sumenep sebagai penceramah utama.
Kehadiran para wali santri, alumni, simpatisan serta tokoh masyarakat setempat, menambah suasana kemeriahan.
Terutama saat melihat anak-anak usia balita, mampu membaca Al-Qur’an dengan fasih di atas panggung.
“Pelaksanaan khotaman ini, merupakan agenda rutin yang sangat dinantikan warga Dusun Solong Barat dan sekitarnya,” ungkap Ustadz Abdul Basit.
Dengan suksesnya acara ke-2 ini, ia berharap dapat terus konsisten melahirkan generasi qur’ani yang memiliki kedalaman ilmu dan kemuliaan akhlaq.
“Lembaga kami membuktikan, keterbatasan jarak bukan penghalang bagi lahirnya prestasi religius yang membanggakan bagi Kabupaten Sampang,” pungkasnya.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi










