Wujudkan Generasi Emas, SPPG Madulang Resmi Beroperasi
SAMPANG – Upaya mewujudkan visi Asta Cita Presiden RI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mulai bergerak masif di tingkat akar rumput.
Bertempat di Yayasan Insan Menuju Emas, Sabtu (21/2/2026) siang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Madulang, Omben, resmi di launching.
Acara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan panggung edukasi bagi masyarakat mengenai tata kelola dapur yang profesional.
Dalam sambutannya, Amin Rais mitra SPPG menegaskan, struktur pengelolaan SPPG bersifat flat atau sejajar.
“Kolaborasi antara Yayasan dan Mitra, serta SPPG merupakan satu kesatuan yang tidak saling mengintervensi,” ujarnya.
Sebagai mitra, ia berkomitmen penuh untuk tidak mencampuri urusan teknis dapur.
“Biarlah ahli gizi yang menyusun menu, dan akuntan yang mengelola keuangan,” ucapnya.
Lanjut ia mengatakan, tugasnya memastikan sistem berjalan dan menjadi wadah bagi kritik serta saran masyarakat.
Menariknya, Amin juga mengklarifikasi isu yang sempat viral di media sosial, mengenai perbedaan porsi makan.
“Secara rinci alokasi dana Rp15.000 per porsi,” terang anggota DPRD Sampang dari Fraksi PAN tersebut.
Ia menjelaskan, anggaran untuk TK hingga kelas 3 SD adalah Rp8.000, sementara untuk tingkat di atasnya hingga SMP mencapai Rp10.000.
“Sisa anggaran dialokasikan untuk insentif mitra, gaji relawan, serta kebutuhan operasional dapur lainnya,” jelas Amin.
Maka, sekitar 80% atau Rp13.000 dari total anggaran dipastikan kembali ke rakyat, melalui pembelian bahan baku dari petani dan pedagang lokal.
Jadi, jika ada video viral menyebut anggaran tidak sampai Rp10.000 untuk anak SD kelas bawah, itu memang sesuai regulasi teknisnya.
“Jangan sampai ketidaktahuan informasi, justru merugikan kerja keras para relawan di dapur,” tegas Amin.
Sementara, dukungan datang dari Danramil Omben Letda Inf Murakib, hadir mewakili unsur pimpinan kecamatan.
Ia menyoroti tiga dampak strategis dari kehadiran SPPG Madulang, diantaranya menekan angka stunting secara signifikan.
“Penyerapan tenaga kerja lokal melalui perekrutan relawan dapur, dan perputaran uang mandiri di wilayah pedesaan,” jelasnya.
Namun, Murakib juga menitipkan pesan kuat mengenai era akuntabilitas.
Ia menghimbau agar administrasi dan penganggaran dilaksanakan dengan tertib.
“Kedepannya akan ada penilaian yang mencakup aspek kebersihan, kelayakan, hingga ketertiban laporan pertanggungjawaban,” terangnya.
Maka dari itu, dilaunchingnya SPPG Madulang diharapkan menjadi pilot project yang sukses di Sampang.
Bahkan, bisa membuktikan sinergi antara pemerintah pusat melalui BGN dengan mitra lokal dapat berjalan baik.
“Tentunya demi masa depan generasi emas Indonesia,” pungkas Murakib. (hry)



