Prabowo Instruksikan Efisiensi Nasional Hadapi Krisis Global
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, untuk tetap waspada menghadapi dinamika global yang kian memanas di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Meski posisi Indonesia saat ini relatif aman, Kepala Negara menegaskan perlunya langkah proaktif guna mengantisipasi lonjakan harga energi dan pangan.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Presiden menekankan bahwa gejolak di kancah internasional secara langsung dapat memengaruhi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri, yang kemudian berdampak pada harga kebutuhan pokok.
“Kita hadapi perkembangan global di Eropa dan Timur Tengah,” ujar Prabowo, sebagaimana dilansir dari laman resmi setneg, Minggu (15/3).
“Ini tentunya memberi dampak karena memengaruhi harga BBM, dan harga BBM bisa memengaruhi harga makanan. Alhamdulillah, masalah pangan mendasar sudah kita amankan, tapi kita tidak boleh lengah,” tuturnya.
Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Presiden meminta jajarannya melakukan kajian mendalam terkait efisiensi nasional.
Salah satu opsi yang dimunculkan adalah penerapan kembali kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi sektor pemerintah maupun swasta.
“Mereka (negara lain) melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen. Saya minta kita kaji masalah ini untuk melakukan penghematan konsumsi energi,” imbuhnya.
Selain efisiensi energi, Presiden Prabowo juga menargetkan pengelolaan keuangan negara yang jauh lebih ketat. Beliau berharap di masa kepemimpinannya, Indonesia bisa mencapai anggaran yang berimbang (balanced budget).
“Cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita APBN harus balance budget, itu paling ideal dan saya kira kita bisa lakukan,” tegasnya.
Menutup arahannya menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran menteri untuk menanggalkan kepentingan kelompok dan fokus bekerja demi rakyat.
Ia mengingatkan, kesetiaan kepada bangsa adalah prioritas utama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia.
“Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi kita aman. Kita harus ada upaya nyata untuk mengurangi konsumsi BBM kita dan terus bekerja dengan mengedepankan persatuan,” pungkas Prabowo. (*)



