Polisi Jaga Ketat PT ASSI, Keselamatan Pekerja Jadi Sorotan
BANGKALAN – Aktivitas industri strategis di kawasan pesisir Madura mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.
Polres Bangkalan memperketat pengamanan di PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI), Rabu (8/4/2026).
Tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan kerja para pekerja tetap terjaga.
Langkah tersebut bagian upaya preventif kepolisian, dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Khususnya di kawasan industri maritim yang memiliki peran vital, dalam mendukung sektor pelayaran nasional.
Sebagai perusahaan di bidang pembangunan dan perawatan kapal, PT ASSI dikenal sebagai penopang penting industri maritim nasional.
Letaknya yang strategis di jalur Alur Pelayaran Selat Madura bagian barat, menjadikan kawasan ini memiliki mobilitas tinggi.
Kasi Humas Polres BangkalannAgung Intama menegaskan, pengamanan objek vital seperti PT ASSI bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk perlindungan terhadap aset strategis negara.
“Pengamanan ini sangat penting karena menyangkut aktivitas industri strategis,” ujarnya.
Selain pengawasan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kendaraan, serta memberikan imbauan kepada pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja.
Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan patroli dan pemantauan di seluruh area perusahaan, tetapi juga memeriksa kendaraan yang keluar masuk.
“Langkah ini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk masuknya barang berbahaya,” tandas Agung.
Menariknya, pendekatan yang dilakukan tidak semata soal keamanan fisik. Polisi juga aktif mengingatkan para pekerja untuk disiplin dalam menerapkan standar keselamatan kerja.
“Mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga kewaspadaan saat beraktivitas di area galangan kapal,” terangnya.
Agung menambahkan, dengan pengamanan yang diperketat, kawasan industri seperti PT ASSI diharapkan tidak hanya aman dari gangguan.
“Akan tetapi juga menjadi lingkungan kerja yang lebih disiplin dan minim risiko kecelakaan,” pungkasnya. (sfn)


