BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKM Kepada Ahli Waris di Sumenep

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumenep dan Kepala Disnaker Sumenep, pose bersama usai penyerahan manfaat santunan JKM kepada ahli waris pekerja buruh angkut, (dok. foto istimewa).

Caption: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumenep dan Kepala Disnaker Sumenep, pose bersama usai penyerahan manfaat santunan JKM kepada ahli waris pekerja buruh angkut, (dok. foto istimewa).

Sumenep,- BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan manfaat santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42 juta kepada ahli waris, di Dusun Padurekso, Kalianget Timur, Sumenep.

Santunan tersebut, diserahkan kepada Jumaani (ahli waris) istri almarhum Suib yang bekerja sebagai buruh angkut di Pelabuhan Kalianget, Rabu (12/11/25).

Penyerahan santunan itu, diserahkan langsung Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumenep Rachman W Hidayat, bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan setempat Heru Santoso.

Almarhum Suib, sebelumnya telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Juni 2025, meninggal dunia karena sakit pada tanggal 18 Oktober lalu.

Almarhum terdaftar bersama dengan pendaftaran 1.000 orang pekerja rentan lainnya, yang iurannya dibayarkan Pemkab Sumenep melalui Dinas Ketenagakerjaan.

Sampai dengan bulan November 2025, Pemerintah Daerah telah melindungi sejumlah 7.705 pekerja mandiri Bukan Penerima Upah (BPU) kategori rentan terdiri dari tukang becak, petani tembakau, nelayan, ojek dan lain-lain.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan tersebut, dibayarkan bersumber dari Dana APBD dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau(DBHCHT).

Para pekerja rentan yang terdaftar ini mendapat 2 manfaat perlindungan, yaitu perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Baca Juga :  Komplotan Pelaku Pembunuhan di Paopale Laok Sampang Bebas Berkeliaran

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumenep Rachman W Hidayat menjelaskan, santunan kematian yang diberikan ini merupakan wujud kehadiran negara, dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja di wilayah Sumenep.

“Santunan yang kami berikan sebesar Rp 42 juta bukan berarti dapat mengganti nyawa dengan uang. Kita tidak pernah mengharapkan musibah itu terjadi,” ujarnya.

Namun, kata Rachman, disini pihaknya memberikan perlindungan kepada para pekerja dari resiko sosial ekonomi, apabila terjadi musibah selama bekerja.

“Kami juga mengapresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep yang telah mendaftarkan para pekerja kategori rentan kepadaprogram BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Bagi pemerintah daerah, program BPJS Ketenagakerjaan merupakan program strategis dalam mencegah terjadi potensi kemiskinan baru.

Jika terjadi resiko kehilangan kepala keluarga sebagai tulang punggung keluarga, ada perlindungan berupa santunan yang diberikan kepada ahli waris yang ditinggalkan.

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan upaya dan mendorong bagi para pengusaha pemilik badan usaha yang memiliki karyawan, agar segera mendaftarkan badan usaha dan karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Bangkalan Panggil 18 Camat, Ada Apa ?

Selain segmen pekerja formal, BPJS Ketenagakerjaan juga dalam diikut oleh masyarakat yang bekerja secara mandiri seperti petani, pedagang, nelayan, tukang ojek dan lain-lain.

Para pekerja mandiri tersebut berhak mendapatkan perlindungan yang sama pada saat bekerja dengan mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura, Indriyatno menyampaikan, apresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan Sumenep bersama Pemerintah Daerah yang telah memberikan santunan Jaminan Kematian kepada ahliwaris almarhum Suib.

“Kami mendukung penuh upaya dalam melindungi para pekerja rentan. Penyerahan santunan ini menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat pekerja,” ujar Indriyatno.

Ia menambahkan, program perlindungan bagi pekerja rentan yang dibiayai APBD dan DBHCHT merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mencegah timbulnya kemiskinan baru.

“Semoga program ini terus berlanjut dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Madura, untuk melindungi seluruh pekerja dari risiko sosial ekonomi,” pungkasnya.

Penulis : Red

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis
PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang
RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap
Visi Sampang Terang: Jadikan JLS Magnet Ekonomi
Pemkab Sampang “Sulap” Jalan Gelap Jadi Terang
Prestasi Menurun, Pengurus Baru KONI Pamekasan Dihadapkan Tantangan Berat

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:02 WIB

Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:24 WIB

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:34 WIB

RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:09 WIB

Visi Sampang Terang: Jadikan JLS Magnet Ekonomi

Berita Terbaru

Caption: Polres Pamekasan tunjukkan barang bukti kasus penjambretan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia, (dok. Kurdi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Diringkus! Jambret Maut di Pamekasan Terancam 15 Tahun Penjara

Senin, 12 Jan 2026 - 21:04 WIB

Caption: ilustrasi hujan disertai angin dan petir menerpa wilayah kabupaten, (dok. Harry Rega Media).

Pariwisata

Peringatan Dini BMKG: Sampang Masuk Wilayah Rawan Angin Kencang

Senin, 12 Jan 2026 - 16:54 WIB

Caption: ilustrasi pelaku kriminal ditangkap, Pj Kades Tlagah beberkan surat pengunduran diri inisial UA dari jabatannya sebagai perangkat desa, (dok. Harry Rega Media).

Hukum&Kriminal

Pj Kades Tlagah Bantah Jambret Maut di Pamekasan Jabat Kasun

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:49 WIB

Caption: Dandim Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, menyampaikan arahannya saat grand launching SPPG di Kecamatan Rubaru, (sumber foto. Sumenep.go.id).

Daerah

Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG

Minggu, 11 Jan 2026 - 12:02 WIB

Caption: sebelum pengukuhan, panitia membacakan SK pengurus ranting dan anak ranting Muslimat NU Kecamatan Kedungdung, (dok. foto istimewa).

Daerah

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Sabtu, 10 Jan 2026 - 17:13 WIB