Sampang,- Mengawali langkah baru di periode 2025-2030, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang menggelar agenda ta’aruf dan konsolidasi pengurus.
Acara tersebut dilaksanakan di Rumah Khas Kalimantan, Pondok Pesantren Assirojiyyah, Kajuk, Minggu (25/1/2026) siang.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi wajah-wajah baru hasil Musyawarah Daerah (Musda) 13 Desember 2025 lalu.
Selain itu, pertemuan perdananya untuk menyatukan visi sebelum menjalankan roda organisasi selama lima tahun kedepan.
Ketua Umum MUI Sampang KH Itqan Bushiri mengungkapkan, kegiatan ini upaya harmonisasi antar pengurus yang berasal dari latar belakang organisasi dan profesi yang beragam.
”SK kepengurusan dari MUI Jawa Timur sudah rampung, baik untuk Dewan Pimpinan Harian maupun komisi-komisi,” tuturnya.
Karena berasal dari latar belakang berbeda, kata Kiai Itqan, ta’aruf ini penting agar semua saling kenal.
“Kita bisa saling bertegur sapa, dan akhirnya terbangun kerja sama yang solid,” ujar dalam sambutannya.
Dalam arahannya, kiai Itqan menekankan lima peran fundamental (pilar) yang harus dipegang teguh seluruh pengurus MUI Sampang.
Mulai menjadi pelayan yang mengayomi seluruh lapisan umat, bahkan menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah dalam menjaga nilai keislaman.
Selain itu juga menjadi sumber fatwa dan informasi keagamaan yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan, serta menjadi jembatan sosial untuk menjaga kerukunan.
”Termasuk pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), menguatkan industri halal, dan menjadi mitra strategis ekonomi syariah,” imbuhnya.
Lebih lanjut Kiai Itqan menegaskan, MUI tidak boleh eksklusif. Ia ingin lembaga ini hadir ditengah persoalan riil masyarakat Sampang saat ini.
”MUI harus responsif. Kita akan terlibat aktif dalam menangani isu sosial seperti kenakalan remaja, bahaya narkoba, hingga menjaga isu kebhinekaan agar Sampang tetap kondusif,” pungkasnya.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi










