SURABAYA Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, memperingati satu tahun masa kepemimpinan periode 2025-2030 dengan menggelar kegiatan sosial.

Acara berupa santunan bagi anak yatim dan pengemudi ojek online (ojol) tersebut, dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan syukur atas setahun pelantikan oleh Presiden Prabowo ini, diisi dengan pemberian paket sembako kepada 40 pengemudi ojol.

Termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, serta bantuan perlengkapan sekolah bagi 60 anak yatim.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa momentum satu tahun ini merupakan waktu untuk merefleksikan kerja nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, memasuki tahun kedua, fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Harapan kita kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur semakin membaik,” ungkapnya.

“Hal ini harus seiring dengan penurunan angka kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Khofifah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta dan akademisi untuk mewujudkan kemajuan Jawa Timur.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk mewujudkan kemakmuran dan kedamaian di Jawa Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi kepemimpinan Khofifah yang dinilai adaptif terhadap dinamika nasional maupun global.

Emil menyebut, Pemprov Jatim berhasil menyelaraskan program daerah dengan agenda prioritas nasional, termasuk Asta Cita.

“Ibu Gubernur menjalankan peran strategis, menyukseskan program pusat sekaligus memastikan program pembangunan daerah yang menjadi harapan masyarakat tetap berjalan optimal,” kata Emil.

Beberapa capaian yang turut disoroti dalam kesempatan tersebut, meliputi keberhasilan distribusi ijazah melalui cabang dinas, serta perluasan layanan transportasi publik Bus Trans Jatim di berbagai koridor.

Acara yang berlangsung khidmat di tengah suasana bulan Ramadan ini mendapat apresiasi dari para penerima manfaat.

Zaki, salah satu pengemudi ojol disabilitas, berharap perhatian pemerintah terhadap fasilitas ramah disabilitas terus ditingkatkan.

“Terima kasih atas perhatiannya. Semoga ke depan akses dan fasilitas bagi disabilitas di ruang publik, terutama bagi kami pengemudi ojol, semakin diperluas,” ungkapnya. (red)