Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo: Buatkan Perdes Untuk Lestarikan Adat dan Budaya Jaton

- Jurnalis

Kamis, 13 Juni 2019 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd & Kajari Kabgor DR. Supriyanto, SH. MH saat mencicipi hidangan perayaan lebaran ketupat.

Bupati Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd & Kajari Kabgor DR. Supriyanto, SH. MH saat mencicipi hidangan perayaan lebaran ketupat.

Limboto, (regamedianews.com) – Perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Gorontalo sudah menjadi agenda rutin setiap tahun yang di lakukan oleh Pemda dan masyarakat Kabgor seperti di Desa ReksoNegoro, Desa YosoNegoro dan Desa Kaliyoso yang biasa di kenal dengan nama Kampung Jawa Tondano (Jaton) yang sebagian besar warganya adalah keturunan Jawa Tondano asli dan sudah berbaur dengan warga lokal setempat.

Walaupun pada tahun ini perayaan lebaran ketupat sudah terbagi di beberapa Kabupaten tetangga se Provinsi Gorontalo, seperti di Kab. Gorontalo Utara (Lapangan Atinggola), di Kab. Pohuwato (Pohon Cinta) dan di Kab. Bone Bolango (Danau Perintis) serta di Kab. Boalemo (Pantai Ratu) dan di Kota Gorontalo (Dumbo Raya) tetapi hal ini tidak mengurangi antusias warga untuk berbondong-bondong datang dan melihat kemeriahan Lebaran Ketupat yang ada di Kampung Jawa, Kabupaten Gorontalo.

Baca juga Bupati Gorontalo Resmikan Jalan Dulamayo, Elmin M. Bilondatu Ucapkan Terima Kasih

Bupati Kabupaten Gorontalo Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd turut menghadiri dan merayakan lebaran ketupat dengan warga Jawa Tondano (JaTon ). Dalam kesempatan itu, Bupati Nelson turut didampingi Sekda Ir. Hadijah U Tayeb, Ketua PKK Dr. Fory Naway, Asisten, Staf Ahli Bupati serta Para Pimpinan OPD.

Baca Juga :  154 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah

“Alhamdulillah, syukuran Lebaran Ketupat rutin berlangsung terus menerus di Kabupaten Gorontalo setiap tahunnya, budaya ini adalah budaya Jawa Tondano”, ungkap Bupati Nelson, Rabu (12/06/19).

Nelson mengatakan, tradisi ini tidak sekedar syukuran, tidak sekedar terkait agama. Tapi ini juga menjadi ajang silaturahim tidak hanya warga Jaton tapi juga menjadi ajang silaturahim suku Jaton dengan warga lainnya, sehingga terjadi pembauran.

Selain menjadi wujud syukur karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh di bulan ramadhan dan jadi ajang silahturahim, tradisi perayaan Lebaran Ketupat ini juga menjadi destinasi wisata, karena ada pesta rakyat seperti pacuan kuda dan karapan sapi yang sangat menarik banyak pengunjung.

Baca Juga :  Pesta di Kandang Sapi Berujung di Sel Tahanan

Baca juga Resmi Tutup Kegiatan Otomotif Offroad, Bupati Nelson Upayakan Lokasi Offroad Yang Strategis

“Ini menunjukan, bahwa ini bukan hanya ceremony biasa saja untuk budaya tapi juga menjadi Destinasi Wisata, termasuk juga yang menggemibarakan bagi saya, soal Kuliner Jawa Tondano, Ketupat dan sebagainya. Karena itu, Pemerintah Daerah terus mendorong kegiatan ini. Bahkan Festival Jawa Tondano setiap tahun dilakukan”, tandasnya.

Khusus daerah Kabupaten Gorontalo, Nelson mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah memberikan fasilitas, antara lain yaitu pembangunan Rumah Adat yang menjadi pusat informasi Jawa Tondano. Pemkab Gorontalo juga telah menetapkan Desa Reksonegoro sebagai Desa Konservasi Budaya Jawa Tondano bahkan tahun kemarin telah dibangun Tugu Ketupat.

“Saya berharap dibuatkan Peraturan Desa (Perdes) untuk tetap melestarikan Fisik (Rumah), Melestarikan Budayanya, Seninya bahkan untuk Kulinernya juga. Karena itu, merupakan bagian kekayaan budaya Indonesia termasuk menjadi kekayaan budaya Gorontalo”, tutup Nelson. (onal)

Berita Terkait

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis
PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang
RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap
Visi Sampang Terang: Jadikan JLS Magnet Ekonomi
Pemkab Sampang “Sulap” Jalan Gelap Jadi Terang
Prestasi Menurun, Pengurus Baru KONI Pamekasan Dihadapkan Tantangan Berat
Wabup Sumenep: Program 2026 Harus Nyata, Bukan Habiskan Anggaran!

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:33 WIB

Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:24 WIB

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:34 WIB

RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:21 WIB

Pemkab Sampang “Sulap” Jalan Gelap Jadi Terang

Berita Terbaru

Caption: sebelum pengukuhan, panitia membacakan SK pengurus ranting dan anak ranting Muslimat NU Kecamatan Kedungdung, (dok. foto istimewa).

Daerah

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Sabtu, 10 Jan 2026 - 17:13 WIB

Caption: Manajer PLN UP3 Madura Fahmi Fahresi, diwawancara usai peresmian PJU baru di JLS Sampang, (dok. Harry Rega Media).

Daerah

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:24 WIB

Caption: kiri, Moh Ramadhoni mewakili Direktur RSUD Pamekasan saat ditemui awak media, (dok. Kurdi Rega Media).

Daerah

RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap

Jumat, 9 Jan 2026 - 13:34 WIB

Caption: potongan video viral, sejumlah warga Desa Penyaksagan menampung cairan dari semburan sumur bor menggunakan botol, (dok. Syafin Rega Media).

Peristiwa

Geger! Sumur Bor di Bangkalan Semburkan Minyak Mentah

Jumat, 9 Jan 2026 - 10:05 WIB