Upaya Pemadaman Kebakaran Gunung Ciremai Terus Dilakukan

- Jurnalis

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekas kebakaran Gunung Ciremai

Bekas kebakaran Gunung Ciremai

Jakarta, (regamedianews.com) – Upaya pemadaman kebakaran Gunung Ciremai terus dilakukan hingga Sabtu (10/8). Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sebelumnya dikirim untuk membantu upaya pemadaman tersebut mengalami sedikit kerusakan setelah dua kali melakukan pengeboman air pada pukul 07.22 dan 10.00 WIB.

“Oleh karena itu, operasional helikopter jenis Bell 412SP tersebut sementara dihentikan hingga proses perbaikan selesai”, kata Agus Wibowo, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan masih ditemukan titik api pada koordinat S 6°54’08.8″, E 108°24’04.3″ ± 100 m di atas Blok Sanghiyang Ropoh dan Sanghiyang Rangka dengan kondisi cuaca cerah berawan, angin bertiup dari arah Barat ke Timur dengan kecepatan 3,4 -3,5 m/sec.

Baca Juga :  Kapolres Lumajang Release Hasil Razia Motor Bodong di Facebook

“Sementara itu, berdasarkan pantauan dari Desa Garatengah Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, terdapat kepulan asap di sebelah utara Puncak Gunung Ciremai”, terang Agus.

Pantauan udara dari Heli Bell 412SP, kawasan habitat edelweiss yang belum terbakar berada di lokasi antara Jalur Pendakian Linggarjati dan Jalur Evakuasi Setianegara.

“Sedangkan personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) adalah sebanyak 205 orang berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, POLRI, BNPB, BPBD Prov. Jabar, MPGC Palutungan, MPGC Linggarjati, MPGC Linggasana, masyarakat dan volunteer pecinta alam yang tersebar di sejumlah titik”, jelasnya.

Selain helikopter yang sempat mengalami kerusakan, kendala lain yang menghambat jalannya proses pemadaman ialah perubahan arah angin yang memicu meluasnya kebakaran hutan lahan dan membuat loncatan bara api.

Baca Juga :  Dijabat PJ, Situasi Desa Lepelle Sampang Tidak Kondusif

“Selain itu lokasi kebakaran yang berada di atas ketinggian 2600 – 3078 Mdpl juga membuat tim kesulitan dalam menjangkau titik api”, ujar Agus.

Untuk rencana pemadaman selanjutnya akan kembali dilakukan pada hari Minggu, 11 Agustus 2019 menggunakan helikopter water boombing dengan kapasitas 1000 liter yang direncanakan pada pukul 08.00 WIB – 11.00 WIB.

“Selain itu, upaya pemadaman secara manual masih dilakukan dengan dibantu oleh tim pemantau dari puncak Gunung Ciremai dan Tim Dorongan Logistik yang didampingi oleh BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat”, pungkasnya. (rud/jun)

Berita Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jamsos Tenaga Pendidik Madrasah di Bangkalan
SDN Tlagah 2 Bangkalan Ambruk, Hak Keamanan Siswa Terabaikan
Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sampang Pangkas Pohon Rawan Tumbang
Kodim 0826 Pamekasan Perkuat Sinergi Dengan Insan Pers
Bupati Sumenep Mutasi Sejumlah Pejabat, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data
Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 20:04 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jamsos Tenaga Pendidik Madrasah di Bangkalan

Senin, 19 Januari 2026 - 11:57 WIB

SDN Tlagah 2 Bangkalan Ambruk, Hak Keamanan Siswa Terabaikan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:32 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sampang Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:23 WIB

Kodim 0826 Pamekasan Perkuat Sinergi Dengan Insan Pers

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:28 WIB

Bupati Sumenep Mutasi Sejumlah Pejabat, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Caption: jaket hitam, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur saat meninjau rumah warga Sana Daja yang rusak akibat fenomena tanah gerak, (dok. Kurdi Rega Media).

Peristiwa

DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja

Senin, 19 Jan 2026 - 10:49 WIB

Caption: sejumlah warga Desa Gersempal berada di halaman rumah terduga pelaku wanita inisial SH, dan tampak anggota Polsek Omben melakukan pengamanan, (sumber foto: Humas Polres Sampang).

Hukum&Kriminal

Diduga Selingkuh, Pemuda di Sampang Disandera Warga

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:53 WIB