Hikmah Dibalik Covid-19 Bagi Orang Tua Murid dan Dunia Pendidikan

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2020 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (Dadang A Sapardan).

Kepala Bidang Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (Dadang A Sapardan).

Bandung Barat, (regamedianews.com) – Saat ini semua tengah disibukkan dengan berbagai upaya untuk mengantisipasi pandemi Covid-19. Seluruh elemen kehidupan mencurahkan perhatian dan energinya guna melakukan penekanan penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Sampai fenomena ini menyentuh pada ranah kebijakan pendidikan. Seluruh satuan pendidikan di Indonesia diinstruksikan untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah.

“Alhasil, semua satuan pendidikan harus merumahkan seluruh siswanya, demikian pula dengan para gurunya yang biasa memfasilitasi pembelajaran sehari-hari di kelas,” ungkap Dadang A Sapardan, Kepala Bidang Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat dihubungi, Senin (27/04/20).

Baca Juga :  Marak Demam Berdarah, Tomas Gunung Rancak Berharap Dinkes Turun Tangan

Situasi demikian, katanya, memaksa setiap satuan pendidikan untuk mencari formulasi yang tepat guna menerapkan strategi pembelajaran jarak jauh.

“Strateginya, sekarang sekolah dapat mengambil alternatif terakhir, yaitu Luring. Langkah ini dapat dilakukan oleh sekolah dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19,” papar Dadang.

Namun, tidak ayal, pada awalnya pembelajaran ini melahirkan keluh kesah dari beberapa orang tua siswa yang selama ini begitu nyaman dengan status quo.

Baca Juga :  Asah Kreativitas Pemuda, Disporabudpar Sampang Gelar Parade Band

Orang tua murid, lanjutnya, harus menggantikan sebagian peran dari para guru untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran dari anak-anaknya.

“Mereka harus memposisikan sebagai guru, dengan melakukan pengawasan serta pemantauan dalam proses pembelajaran,” tandasnya.

Tapi menurutnya, Pengambil alihan tugas guru oleh orang tua menjadi membuka mata berbagai pihak tentang beban tanggung jawab keberlangsungan pendidikan.

“Karena Selama ini, hampir sebagian orang tua memaknai bahwa keberlangsungan pendidikan merupakan tanggung jawab sekolah, yang direpresentasikan oleh para guru dari anak-anaknya,” pungkasnya. (Barien)

Berita Terkait

Hidup Diantara Rongsokan, Empat Lansia di Sampang Akhirnya Tersentuh Bantuan
HPN 2026, Kapolres Sumenep: Pers Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
Bupati Pamekasan Akui Belum Mampu Perbaiki Jalan Desa
Bupati Pamekasan Ancam Sanksi Berat Pelaku Usaha Miras
Enam Kandidat Sekda Sumenep Lolos Ke Tahap Akhir
HPN 2026, Wabup Pamekasan Apresiasi Dedikasi Insan Pers
Sikat Reklame Liar! Satpol PP Sumenep Jalankan Instruksi Presiden
Pemkab Sumenep Pastikan Dana Stimulan Tahap II Tepat Sasaran

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:45 WIB

Hidup Diantara Rongsokan, Empat Lansia di Sampang Akhirnya Tersentuh Bantuan

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:08 WIB

HPN 2026, Kapolres Sumenep: Pers Mitra Strategis Jaga Kamtibmas

Senin, 9 Februari 2026 - 22:43 WIB

Bupati Pamekasan Akui Belum Mampu Perbaiki Jalan Desa

Senin, 9 Februari 2026 - 15:20 WIB

Bupati Pamekasan Ancam Sanksi Berat Pelaku Usaha Miras

Senin, 9 Februari 2026 - 14:00 WIB

Enam Kandidat Sekda Sumenep Lolos Ke Tahap Akhir

Berita Terbaru

Caption: PS Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, (dok. Harry Rega Media).

Hukum&Kriminal

Tegas!, Nur Fajri Bakal Berantas Peredaran Miras di Sampang

Selasa, 10 Feb 2026 - 18:12 WIB

Caption: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, meninjau langsung perbaikan jalan Desa Pasanggar secara swadaya masyarakat, (dok. Kurdi Rega Media).

Daerah

Bupati Pamekasan Akui Belum Mampu Perbaiki Jalan Desa

Senin, 9 Feb 2026 - 22:43 WIB