PMB Buka Kebobrokan RSUD Bangkalan dan Diminta Direktur Dicopot

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2020 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemuda Madura Bersatu (PMB) saat melakukan aksi unjuk rasanya di depan pintu masuk kantor Pemkab Bangkalan.

Pemuda Madura Bersatu (PMB) saat melakukan aksi unjuk rasanya di depan pintu masuk kantor Pemkab Bangkalan.

Bangkalan || Rega Media News

Puluhan massa yang mengatasnamakan Organisasi Pemuda Madura Bersatu (PMB) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jumat (6/11/20).

Mereka datang mempertanyakan peran dan kinerja Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dalam mewujudkan kesejahteraan kesehatan yang menjadi persoalan masyarakat Bangkalan selama ini.

Ketua Pemuda Madura Bersatu Sholeh Abdijaya mengatakan, setidaknya ada tiga poin kasus dalam satu Kecamatan baru-baru ini yang bisa menunjukkan RSUD Kabupaten Bangkalan memang bobrok dalam pelayanannya.

“Kasus pertama Warga desa Dabung, anaknya maninggal di RSUD Bangkalan dan hendak mau sewaambulan, tapi harga ongkosnya 2,7 juta, sementara sikorban tidak mampu untuk membayar itu. Singkat cerita akhirnya anak yang meninggal tersebut dibawa dengan sepeda motor,” ucap saat membacakan releasenya.

Kemudian kasus kedua, dari warga dusun Batobella, ia masuk rumah sakit RSUD untuk menjalani oprasi caesar, karena
anaknya dinyatakan meninggal oleh dokter hikmah. Sebelum di caesar korban awalnya baik-baik saja layaknnya orang hamil biasa, tetapi setalah dioprasi dia mengalami kelumpuhan bahkan lumpuh total.

Baca Juga :  Peringati Hari Batik Nasional, Ini Kata Salah Satu Pengrajin Batik di Sampang

“Kemudian kasus ketiga warga desa kombangan, dia kecelakaan sekitar jam 11 siang masuk RSUD jam 13:00 WIB, pihak rumah sakit berbelit-belit untuk menangani pasien ini lantaran menggunakan BPJS, padahal kondisinya sangat parah. Awanya oleh pihak RSUD pasien mau dirujuk ke RSUD dr. Soetomo dengan alasan batok kepalar ya pecah. Singkat cerita, setalah keluarganya mau untuk di pindah ke kategori umum ternyata pasien langsung bisa ditangani,” terangnya.

Lebih lanjut Abdijaya mengatakan, Rumah Sakit Umum Daerah Syarifah Ambami Rato Ebu tidak profesional dalam melayani masyarakat.

Dirinya mengaku kerab menerima keluhan dari masyarakat tentang pelayanan di rumah sakit yang mengabaikan pelayanan terhadap masyarakat miskin.

Pelayanan RSUD Syarifah Ambami Rato ebu sudah sangat amburadul. Banyak sekali fakta-fakta yang menunjukkan bahwa rumah sakit pemerintah ini tidak profesional di dalam menangani pasienyan.

“Maka dengan kondisi seperti ini, kita akan menyampaikan aspirasi terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Bangkalan dan terhadap Bupati Bangkalan agar menurunkan Direktur RSUD, dr. Nunuk Kristiani dari jabatannya. Karena sudah tidak melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” tutupnya.

Baca Juga :  Dinsos PPPA Sampang Belum Dapat Juknis BLT Minyak Goreng

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bangkalan, Mohammad Fahad mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak rumah sakit untuk mengklarifikasi apa yang menjadi tuntutan oleh Pemuda Madura Bersatu (PMB).

“Kami selaku DPRD akan berkomitmen memanggil pihak RSUD untuk mengklarifikasi apa yang menjadi aduan para aksi,” ujarnya.

Sementara untuk melakukan pemecatan Directur RSUD Bangkalan, Politisi Gerindra ini mengaku bukan wewenangnya, melainkan wewenang Bupati Bangkalan.

“Kalau untuk pemecatan, itu bukan wewenang kami, tetapi kami akan memanggil semua pihak terkait untuk berdialog secara terbuka,” imbuhnya.

Sementara itu, wakil Bupati Bangkalan, Mohni mengatakan, terkait aduan dan temuan masyarakat tentang pelayanan di RSUD Bangkalan, pihaknya mengaku akan menyampaikan kepada Bupati Bangkalan.

“Akan kami sampaikan, terutama terkait pemecatan, karena untuk hal itu harus melalui mekanisme yang berlaku. Terkait adanya dugaan pelanggaran, nanti kami akan turunkan inspektorat untuk memproses itu,” pungkasnya. (sfn/sms)

Berita Terkait

Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sampang Pangkas Pohon Rawan Tumbang
Kodim 0826 Pamekasan Perkuat Sinergi Dengan Insan Pers
Bupati Sumenep Mutasi Sejumlah Pejabat, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data
Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam
Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo
Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:32 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sampang Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:23 WIB

Kodim 0826 Pamekasan Perkuat Sinergi Dengan Insan Pers

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:28 WIB

Bupati Sumenep Mutasi Sejumlah Pejabat, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:20 WIB

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:37 WIB

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”

Berita Terbaru

Caption: sejumlah warga Desa Gersempal berada di halaman rumah terduga pelaku wanita inisial SH, dan tampak anggota Polsek Omben melakukan pengamanan, (sumber foto: Humas Polres Sampang).

Hukum&Kriminal

Diduga Selingkuh, Pemuda di Sampang Disandera Warga

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:53 WIB

Caption: ilustrasi, (sumber foto. Tribratanews Polri).

Hukum&Kriminal

Polres Sumenep Bongkar Sindikat Judi Online Slot Gacor

Sabtu, 17 Jan 2026 - 14:21 WIB

Caption: Dandim 0826 Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko menyampaikan sambutannya, saat acara coffe morning bersama insan pers, (dok. Kurdi Rega Media).

Daerah

Kodim 0826 Pamekasan Perkuat Sinergi Dengan Insan Pers

Jumat, 16 Jan 2026 - 14:23 WIB