Pertama di Madura, Pemkab Sampang Gratiskan Biaya Pengobatan Masyarakat

- Jurnalis

Jumat, 19 Agustus 2022 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Bupati Sampang bersama Dirut BPJS didampingi ibu PKK Sampang, usai launching program UHC dan PSC 199.

Caption: Bupati Sampang bersama Dirut BPJS didampingi ibu PKK Sampang, usai launching program UHC dan PSC 199.

Sampang || Rega Media News

Kabar gembira bagi masyarakat Sampang, Madura, Jawa Timur, yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, melaunching program Universal Health Coverage (UHC) dan Publik Safety Center (PSC) 199 di Pendopo Trunojoyo Sampang, Jumat (19/08/2022) pagi.

Tujuan program UHC dan PSC 199 tersebut, untuk menggratiskan semua biaya pengobatan masyarakat di semua rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Turut hadir dalam launching tersebut, Bupati Sampang H Slamet Junaidi, Direktur Utama BPJS Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, Wakil Ketua 1 DPRD Sampang H Amin Arif Tirtana, Sekretaris Daerah Sampang H Yuliadi Setiawan, Forkopimda, Ketua Tim PKK H. Mimin Slamet Junaidi, Wakil Ketua Tim PKK Sampang H Fanny Abdullah Hidayat, Kepala Puskesmas dan Camat Se Kabupaten Sampang.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan, pihaknya akan terus hadir untuk memberikan pelayanan dan pemberdayaan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat setempat dengan cara menggratiskan seluruh biaya pengobatan di semua rumah sakit hanya cukup menunjukkan Kartu Tanda Kependudukan (KTP) berdomisili Kabupaten Sampang.

Baca Juga :  Harga Garam Rakyat Di Pamekasan Terpantau Masih Stabil

“Program UHC ini juga bisa mengcover biaya pengobatan masyarakat yang tinggal di luar Kota Sampang, dengan menunjukkan KTP di rumah sakit tempat berobat atau fasilitas kesehatan yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” ujar Slamet Junaidi.

Bupati yang akrab disapa Haji Idi menuturkan, program ini perlu di sosialisasikan kepada masyarakat Sampang, bahwa semua masyarakat mulai 1 Agustus kemarin sudah bisa berobat secara gratis di rumah sakit tempat berobat.

“Masyarakat yang tidak mempunyai KTP kita akan bantu pengurusannya ke Dispendukcapil. Program ini kami anggarkan senilai Rp 30 miliar bersumber dari APBD tahun 2022. Dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, baru 13 daerah termasuk satu-satunya 4 Kabupaten yang di Madura hanya Sampang,” tandasnya.

Sementara Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK mengaku kagum karena pertama kali datang ke Kabupaten Sampang, saat ini perkembangan pesat yang terjadi sangat meningkat.

“Ini pertama kalinya ke Sampang, ternyata perkembangannya luar biasa dibawah kepemimpinan Bapak Bupati dan Forkopimda semuanya , kemajuannya sangat clear dan jelas,” ungkapnya.

Baca Juga :  18 Tahun Tempati Tanah Perhutani, Warga Sambas Mengadu Pada Komisi A DPRD Bangkalan

Pihaknya memuji pencapaian Kabupaten Sampang di bidang kesehatan, salah satunya pencapaian tentang BPJS, pasalnya belum sampai pada penghujung tahun, capaian BPJS Kesehatan di Kabupaten Sampang hampir mencapai angka sempurna.

“Target BPJS Kesehatan secara nasional tahun ini bisa mencapai 98 %, di Sampang sudah cukup tinggi, lebih dari 97,52%, kurang lebih 23.000 lagi menuju 100%, bukan masalah yang besar bagi Kabupaten Sampang,” ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang dr. Abdullah Najich menyampaikan, selain program UHC, juga ada program pendekatan pelayanan yakni, PSC 119. Tujuannya, guna memudahkan masyarakat Sampang yang ingin mendapatkan layanan kesehatan.

“Dimana masyarakat yang membutuhkan rujukan kesehatan tinggal telepon ke tim PSC 199. Kami akan mengirimkan ambulans dan tim untuk menjemput ke rumah atau ke lokasi. Sehingga, masyarakat tidak perlu repot lagi mencarter mobil,” pungkasnya.

Berita Terkait

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data
Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam
Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo
Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah
Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:20 WIB

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:37 WIB

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:03 WIB

Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:49 WIB

Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah

Berita Terbaru

Caption: Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto berjabat tangan dengan Kasat Reskrim AKP Doni Setiawan, usai memberikan piagam penghargaan, (dok. Kurdi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Sukses Tangkap Jambret Maut, Reskrim Pamekasan Diganjar Reward

Rabu, 14 Jan 2026 - 18:40 WIB

Caption: ilustrasi, (dok. Syafin Rega Media).

Daerah

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:24 WIB