Siswa di Sampang Numpang Belajar di Rumah Warga

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: tampak kondisi atap ruang kelas SDN Madulang 2 ambruk, dan sebagian siswa belajar di rumah warga, (dok. regamedianews).

Caption: tampak kondisi atap ruang kelas SDN Madulang 2 ambruk, dan sebagian siswa belajar di rumah warga, (dok. regamedianews).

Sampang,- Puluhan siswa SDN Madulang 2, Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur, diungsikan ke rumah warga.

Pasalnya, atap ruang kelas tempat mereka belajar ambruk, pada Kamis (23/10/25) pagi kemarin.

Untung, disaat ambruknya atap sekolah tersebut, tidak ditempati Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Plt Kepala SDN Madulang 2 Hafiluddin mengatakan, insiden ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik).

“Kami sudah laporkan ke Disdik, agar ada solusi dan perhatian,” ujarnya, Jumat (24/10) pagi.

Baca Juga :  Kejari Bangkalan Sita Tanah Hasil Rekayasa Mantan Kades Petapan

Ia mengungkapkan, sebelumnya beberapa ruang kelas tersebut memang tidak ditempati.

“Karena kondisi atap rapuh dan membahayakan, makanya siswa diungsikan ke rumah warga,” tandas Hafiluddin.

Sementara, Ahmad Susanto guru SDN Madulang 2 menambahkan, langkah sementara ini terbaik menurutnya.

Mengingat, sebelumnya telah dilakukan shift KBM, namun siswa banyak tidak masuk sekolah.

“Oleh sebab itu, KBM ditempatkan di rumah warga, dan mendapat ijin pemilik rumah (Maskur),” ungkapnya.

Susanto mengungkapkan, dua pekan sebelum kejadian ambruk, sebagian siswa sudah diungsikan.

Baca Juga :  Pemuda Desa Apresiasi TNI Manunggal Membangun Desa

“Yakni siswa kelas I, II, dan III. Sedangkan ruang kelas yang ambruk, kelas IV, V dan VI,” jelasnya.

Ia menerangkan, total keseluruhan murid belajar di rumah warga sekitar 69 siswa maupun siswi.

Maka dari itu, pihaknya berharap segera ada tindakan dan perhatian serius dari Disdik.

“Mudah-mudahan cepat dibangun, sehingga aktivitas KBM kembali ke tempat semula,” pungkas Susanto.

Penulis : Harry

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data
Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam
Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo
Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah
Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:20 WIB

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:37 WIB

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:03 WIB

Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:49 WIB

Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah

Berita Terbaru

Caption: Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto berjabat tangan dengan Kasat Reskrim AKP Doni Setiawan, usai memberikan piagam penghargaan, (dok. Kurdi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Sukses Tangkap Jambret Maut, Reskrim Pamekasan Diganjar Reward

Rabu, 14 Jan 2026 - 18:40 WIB

Caption: ilustrasi, (dok. Syafin Rega Media).

Daerah

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:24 WIB