Sampang,- Ambisi besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai menemui jalan buntu.
Hingga awal Januari 2026, sebanyak tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan “Mogok” beroperasi akibat terhimpit masalah pendanaan dan teknis.
Berdasarkan data Satgas MBG setempat, dari total 81 unit yang tersebar, kini hanya tersisa 74 unit masih aktif melayani masyarakat.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanta mengungkapkan, akar masalah utama terletak pada mekanisme pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Berbeda dengan bantuan sosial konvensional, dana operasional MBG tidak dikucurkan di awal.
“SPPG diwajibkan beroperasi menggunakan modal mandiri terlebih dahulu,” jelas Sudarmanta, dikutip dari salah satu media online, Selasa (06/01/2026).
“Dana baru akan dicairkan setelah pihak pengelola menyerahkan laporan pertanggungjawaban yang sesuai dengan sistem pemerintah pusat,” tandasnya.
Skema reimbursement ini pun menjadi bumerang bagi pengelola yang memiliki modal cekak. Menurut Sudarmanta, sistem “talangi dulu” ini justru menjadi jebakan yang membuat operasional terhenti di tengah jalan.
“Pembayaran dari pusat tidak dilakukan di awal. Kalau syarat laporan tidak terpenuhi, dana tidak bisa cair. Kondisi ini menyulitkan SPPG yang modalnya tipis untuk membeli bahan pangan dan menutup biaya distribusi,” tambahnya.
Secara rinci, dari tujuh unit yang mogok, enam diantaranya murni karena kendala finansial akibat dana BGN yang tak kunjung cair, sementara satu unit lainnya masih dalam tahap perbaikan infrastruktur dapur.
Meski beberapa dapur berhenti mengepul, Sudarmanta menjamin anak-anak penerima manfaat tidak akan kehilangan hak asupan mereka.
Sebagai langkah darurat, imbuh Sudarmanta, pihaknya menerapkan solusi pengalihan distribusi.
“Layanan dari SPPG yang macet akan diambil alih oleh unit aktif terdekat. Namun, proses ini tetap memerlukan prosedur birokrasi, dimana pengajuan kontrak pengganti harus dilaporkan langsung ke BGN,” pungkasnya.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi










