Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: BPBD Sampang tampak didampingi anggota DPRD dan Kades saat menyerahkan bantuan logistik kepada lansia di Desa Nyeloh, (dok. Harry Rega Media).

Caption: BPBD Sampang tampak didampingi anggota DPRD dan Kades saat menyerahkan bantuan logistik kepada lansia di Desa Nyeloh, (dok. Harry Rega Media).

Sampang,- Kondisi yang dialami Masdhijah (70) dan Patha (59), warga Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, kian memprihatinkan.

Hal ini menjadi ujian bagi komitmen prioritas layanan lanjut usia (lansia) Pemerintah Daerah setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang telah menyalurkan bantuan logistik darurat, pada Selasa (13/1/2026).

Namun, bantuan tersebut dinilai belum menyelesaikan akar masalah.

Bahkan, satu dari kakak beradik tersebut mengalami kelumpuhan, namun belum mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Kadinkes Sumenep Pastikan Didaerahnya Bebas Penyakit Difteri

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, menyebut bantuan sembako saja tidak cukup.

“Masih dibutuhkan langkah prioritas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” ujarnya kepada Regamedianews.

Mewakili Kalaksa BPBD, Hozin mengungkapkan, lansia bersaudara ini sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah.

“Butuh tempat tinggal layak dan pengobatan yang maksimal,” ungkapnya.

Di lain sisi, publik berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Puskesmas setempat segera melakukan langkah “Jemput Bola”.

Baca Juga :  Aktivis PMII Demo Anggota Legislatif Bangkalan

Hal ini guna memberikan layanan kesehatan prioritas bagi lansia tersebut, mengingat mobilitas mereka tidak memungkinkan.

“Kedua lansia ini menanti respons cepat Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, untuk menindaklanjuti temuan kami,” ungkap Hozin.

Namun, penanganan jangka panjang berada di tangan pengambil kebijakan daerah.

“Hal ini untuk memastikan kedua lansia di Desa Nyeloh tersebut mendapatkan hak hidup yang layak,” pungkasnya.

Penulis : Harry

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Disdikbud Pamekasan Wajibkan TKA Bagi Siswa SMP
Musrenbang Pangarengan 2027, Soroti Infrastruktur Tertinggal
Polres Sampang Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Incarannya!
Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan
Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan Transparansi Digital
Bupati Sampang: Anggaran Terbatas, Jaminan Kesehatan Harus Tetap Jalan
Pamekasan Darurat Perceraian, 1.694 Kasus Masuk Pengadilan Agama
Musrenbang Banyuates, Ra Mahfudz Beberkan 4 Prioritas Sampang 2027

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 20:09 WIB

Disdikbud Pamekasan Wajibkan TKA Bagi Siswa SMP

Senin, 2 Februari 2026 - 14:07 WIB

Musrenbang Pangarengan 2027, Soroti Infrastruktur Tertinggal

Senin, 2 Februari 2026 - 11:18 WIB

Polres Sampang Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Incarannya!

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:43 WIB

Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:48 WIB

Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan Transparansi Digital

Berita Terbaru

Caption: Disdikbud Pamekasan saat rapat koordinasi dan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP, (sumber foto. laman resmi Pemkab Pamekasan).

Daerah

Disdikbud Pamekasan Wajibkan TKA Bagi Siswa SMP

Senin, 2 Feb 2026 - 20:09 WIB

Caption: anggota Satreskrim Polres Sumenep tunjukkan barang bukti kasus pembunuhan pria bersarung berinisial M, (sumber foto. Polres Sumenep).

Hukum&Kriminal

Pelaku Pembunuhan Pria Bersarung di Sumenep Akhirnya Tertangkap

Senin, 2 Feb 2026 - 18:41 WIB

Caption: atap rumah warga Sampang ambruk usai diterjang hujan disertai angin kencang, (sumber foto: BPBD Sampang).

Peristiwa

Angin Kencang Terjang Sampang, Belasan Rumah Rusak

Minggu, 1 Feb 2026 - 23:03 WIB