Sampang Hadirkan Bazar Takjil Terintegrasi Layanan Sertifikasi Halal
Sampang,- Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akan menggelar Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal.
Dalam hal ini, MUI bersinergi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) serta Kementerian Agama (Kemenag) setempat.
Kegiatan tersebut, dijadwalkan berlangsung selama 25 hari, mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026, terpusat di Alun-alun Trunojoyo Sampang.
Plt Kepala Diskopindag Sampang Zaiful Muqaddas menjelaskan, acara ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesadaran sertifikasi halal bagi pelaku usaha.
Ia mendorong, seluruh pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikat halal agar segera mendaftar.
“Kami bersama MUI akan terus melakukan pembinaan agar prosesnya lancar,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari laman resmi MUI Sampang, Minggu (15/02).
Menurut Zaiful, upaya ini selaras dengan prestasi Pemkab Sampang yang baru saja meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Program Halal Terbaik di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada ajang East Java Halal Industry Fest 2025.
“Keunikan bazar tahun ini, adanya integrasi layanan legalitas di tengah kemeriahan pasar takjil,” ungkapnya.
Sementara, Kasubag TU Kemenag Sampang Wahyu Hifdayat menegaskan, pihaknya siap membantu pelaku UMKM secara totalitas.
“Kami kerahkan penyuluh dan pendamping halal, untuk melayani sertifikasi halal gratis di lokasi. Mengingat target wajib halal semua produk sudah sangat dekat, yakni Oktober 2026,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Komisi Ekonomi MUI Sampang Faisol Ramdhoni menyebutkan, konsep bazar yang terintegrasi dengan layanan sertifikasi ini diprediksi menjadi yang pertama di Pulau Madura.
“Insya Allah ini menjadi bazar takjil halal perdana di Madura dengan konsep terintegrasi. Kami mohon doa dan dukungannya,” ujarnya.
Selain menjajakan aneka kuliner buka puasa, terang Faisol, panitia juga menyiapkan fasilitas pendukung bagi pengunjung dan pelaku usaha.
Antara lain, posko konsultasi dan sertifikasi halal gratis, layanan legalitas usaha mikro, dan pusat informasi kajian ramadhan.
“Melalui event ini, UMKM lokal diharapkan tidak hanya naik kelas secara ekonomi, tetapi juga memiliki daya saing kuat melalui kepemilikan sertifikasi halal resmi,” pungkas Faisol. (hry)



