SAMPANG Pemerintah Kabupaten Sampang mengimbau seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjaga ketat kualitas produknya.

Hal ini, menyusul maraknya penjualan jajanan menu takjil yang membanjiri jalanan selama bulan suci Ramadhan.

Imbauan tersebut, memastikan keamanan konsumsi masyarakat di tengah pedagang dadakan di berbagai titik lokasi strategis.

Maka dari itu, Pemerintah berharap kualitas makanan tetap terjaga, demi menghindari risiko gangguan kesehatan bagi para pembeli.

Sekretaris Daerah Sampang, Yuliadi Setiawan menyatakan, meski pedagang takjil sulit diawasi secara menyeluruh, namun standar kesehatan tidak boleh dikesampingkan.

“Kita semua tahu akan banyak masyarakat berjualan. Jadi sulit untuk dikendalikan atau diawasi, karena ini menyangkut ekonomi masyarakat,” ujarnya.

“Maka dari itu, jika nanti ada makanan yang menyebabkan keracunan, segera dilaporkan,” imbuh Yuliadi Setiawan, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, akselerasi Sertifikasi Halal sebagai langkah konkret menjamin keamanan pangan, pihaknya terus menggenjot standarisasi produk melalui sertifikasi halal.

“Berdasarkan data terkini, dari total 4.700 produk UMKM yang terdata di Sampang, sebanyak 4.500 produk telah mengantongi sertifikat halal,” terangnya.

Yuliadi menekankan, kewajiban sertifikasi ini merupakan amanat undang-undang, bertujuan memberikan rasa aman bagi konsumen selama bulan puasa.

“Guna memudahkan pedagang yang belum memiliki izin, kami mendirikan posko pelayanan Sertifikasi Halal di bazar takjil, di Alun-Alun Trunojoyo,” ungkapnya.

Menurut Yuliadi, posko tersebut untuk mengedukasi masyarakat, bahwa pengurusan sertifikasi halal tidak dipungut biaya (gratis).

“Melalui langkah ini, kami berharap perputaran ekonomi di sektor UMKM selama Ramadhan dapat berjalan maksimal, tanpa adanya insiden kesehatan yang merugikan masyarakat,” pungkasnya. (hry)