SAMPANG Tensi Pasar Srimangunan Sampang, Madura, Jawa Timur, saat bulan suci Ramadhan mendadak meningkat.

Tim gabungan Badan Pangan Nasional (Bapanas RI) bersama Satgas Pangan Polres setempat inspeksi mendadak (sidak).

Langkah tersebut, untuk memastikan harga bahan pokok tidak ugal-ugalan di pasaran.

Hal ini untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) yang bergejolak jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Saat sidaknya dipimpin langsung Asep Herdiana dari Bapanas RI, dan Ps Kasat Reskrim Polres Sampang Iptu Nur Fajri Alim.

Hasilnya cukup melegakan, namun tetap memerlukan kewaspadaan.

Stok pangan kebutuhan masyarakat Sampang, dipastikan mencukupi hingga lebaran nanti.

Meski begitu, tim mencatat ada tren kenaikan harga di beberapa komoditas, akibat cuaca buruk belakangan ini.

Asep Herdiana perwakilan Bapanas RI menyimpulkan, harga pangan di pasar tradisional Sampang masih dalam koridor yang ditetapkan pemerintah.

“Kami tidak ditemukan lonjakan harga, maupun kelangkaan barang yang bisa memicu kepanikan warga,” ujarnya.

Pihaknya mendukung penuh sinergi pusat dan daerah, untuk mengawal stabilitas ini.

“Intervensi harga akan dilakukan bersama stakeholder terkait, agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tandasnya.

Dibalik langkah persuasif dan preventif ini, Satgas Pangan Polres Sampang menyelipkan pesan tegas.

Tidak akan memberikan ruang, bagi para pemburu keuntungan yang mencoba memanfaatkan momen Ramadhan.

Ps Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, mengaku telah memasang radar terhadap segala bentuk praktik kecurangan.

“Kami akan melakukan tindakan tegas tanpa kompromi,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Kata Fajri, jika ada pelaku usaha sengaja menimbun atau curang untuk kepentingan pribadi, siap-siap berhadapan dengan hukum.

“Kami akan terus memantau pergerakan harga di pasar setiap harinya,” pungkas eks Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pamekasan ini . (hry)