SAMPANG – Lebaran Ketupat 1447 Hijriah di Sampang, Madura, Jawa Timur, berlangsung meriah.

Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati jalanan protokol, menyaksikan gelaran Parade Daul Combo 2026.

Acara tahunan yang menjadi ikon budaya Kota Bahari ini, secara resmi dilepas Forkopimda Sampang, pada Jumat (27/3) malam.

Mengambil titik start di depan Alun-Alun Trunojoyo, iring-iringan kereta musik ini bergerak hingga mencapai garis finish di Monumen Trunojoyo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan menyampaikaan, Daul Combo bukan sekadar hiburan musik perkusi biasa.

Menurutnya, kesenian ini adalah ruh dari kreativitas pemuda Madura yang harus terus dijaga eksistensinya.

“Musik Daul bukan sekadar bunyi-bunyian, ini identitas kita,” ujar Yuliadi dalam sambutannya.

“Jati diri orang Sampang ada di setiap ketukan irama yang rancak dan penuh semangat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam merawat warisan lokal.

“Jika bukan kita, siapa lagi yang akan merawat warisan budaya ini?,” tegas Yuliadi.

“Mari kita perkuat kecintaan terhadap budaya Madura, demi meneguhkan jati diri kita sebagai warga Sampang,” ucapnya.

Yuliadi menambahkan, momentum ini membuktikan, meski ditengah arus modernitas, Sampang tetap konsisten menjaga marwah tradisi.

“Tentu juga mempererat semangat kebersamaan masyarakat melalui seni budaya,” pungkasnya.

Untuk sekadar diketahui, parade tahun ini diikuti 30 grup Daul Combo yang datang dengan berbagai kreativitas.

Setiap kelompok menampilkan kereta musik yang dihias dekorasi megah, serta lampu warna-warni yang memukau.

Perpaduan antara arsitektur kereta musik dan aransemen perkusi tradisional, sukses membius ribuan pasang mata.

Pantauan Regamedianews, meski suara musik terdengar sahdu di sepanjang rute, suasana tetap berlangsung kondusif.

Penonton dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, antusias mengabadikan momen tersebut. (hry)