SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, optimis wilayahnya mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global antara Amerika-Israel dan Iran.

Hal tersebut ditegaskan Khofifah saat memimpin diskusi publik mengenai mitigasi dampak sosial ekonomi di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3/2026) lalu.

Menurutnya, fundamental ekonomi Jawa Timur yang kuat menjadi modal utama dalam menghadapi ketidakpastian dunia.

“Kami tetap optimis, Jawa Timur mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global,” tegasnya.

Dengan fundamental yang kuat serta sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, berbagai potensi dampak dapat diantisipasi dengan baik.

Ia menjelaskan, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama agar dampak dari fluktuasi harga energi maupun gangguan rantai pasok global tidak mengguncang ekonomi kerakyatan.

“Saya menginstruksikan penguatan pada sektor ketahanan pangan dan dukungan penuh bagi pelaku UMKM sebagai langkah mitigasi konkret,” tandasnya.

Meskipun hasil simulasi menunjukkan dampak ketegangan geopolitik terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim relatif kecil, yakni sekitar 0,01–0,02 persen, Khofifah tetap meminta kewaspadaan tinggi, terutama di wilayah yang memiliki kawasan industri atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Melalui forum silaturahmi ini, kita bangun sinergi yang kuat antara pemerintah, otoritas ekonomi, dan akademisi guna menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” pungkasnya. (*)