Sampang,- Takmir Masjid Jamik As-Syuhada, Kelurahan Dalpenang, Sampang, menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pada Selasa (13/1/2026) malam.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri jamaah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran aparatur pemerintah setempat.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Peningkatan Iman, Kualitas Sholat dan Meneladani Akhlaq Nabi Muhammad SAW”.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana penguatan spiritualitas masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.
Kehadiran tamu undangan penting, termasuk Ketua MUI Sampang dan jajaran Forkopimcam, mempertegas sinergi yang kuat antara ulama dan umara di wilayah tersebut.
Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh KH Ali Mahrus, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, Pangilen.
Sebagai ulama dengan rekam jejak pendidikan luas di berbagai pesantren, ia menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai transformasi spiritual.
Dalam ceramahnya Kiai Ali menekankan tiga poin krusial. Pertama, mengenai hakikat shalat sebagai komunikasi tertinggi antara hamba dan Sang Pencipta.
Ia mengingatkan, Isra’ Mi’raj adalah satu-satunya perintah yang dijemput langsung Rasulullah SAW ke Sidratul Muntaha.
“Hal ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah shalat,” tutur Kiai Ali dihadapan jamaah.
Karena menurutnya, shalat bukan sekadar gerakan fisik yang berakhir pada salam, melainkan sebuah mi’raj bagi seorang mukmin.
“Jika kualitas shalat kita meningkat, maka ketenangan hati akan didapatkan dan urusan duniawi akan ditata oleh Allah SWT,” tegas Kiai Ali.
Poin kedua, ia juga menyoroti akhlaq sebagai manifestasi dari ibadah.
Maka dari itu, Kiai Ali mengingatkan bahwa shalat yang benar harus membuahkan akhlaqul karimah.
Sebagaimana Nabi Muhammad SAW tetap menjaga kesantunan dan kejujuran bahkan dalam situasi sulit sekalipun.
“Meneladani nabi berarti membawa kedamaian bagi lingkungan sekitar, persis seperti misi Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin,” tambahnya.
Terakhir, Kiai Ali menekankan urgensi pendidikan karakter berbasis pesantren.
Hal ini mengambil hikmah dari perjalanannya menuntut ilmu di berbagai pesantren besar.
Ia juga mengajak para orang tua untuk memprioritaskan pendidikan agama bagi generasi muda.
“Iman kuat adalah satu-satunya perisai yang tidak akan retak oleh perubahan teknologi dan zaman,” tegas Kiai Ali.
Sementara itu, Ketua Panitia acara dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah.
“Lancarnya acara, menjadi bukti kecintaan kepada Rasulullah SAW dan tetap mendarah daging di hati masyarakat Sampang,” pungkasnya.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi










