DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: jaket hitam, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur saat meninjau rumah warga Sana Daja yang rusak akibat fenomena tanah gerak, (dok. Kurdi Rega Media).

Caption: jaket hitam, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur saat meninjau rumah warga Sana Daja yang rusak akibat fenomena tanah gerak, (dok. Kurdi Rega Media).

Pamekasan,- Sebanyak 10 rumah di Dusun Paseset, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, mengalami rusak berat akibat fenomena tanah bergerak.

Kondisi ini, dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan struktur pondasi bangunan ambles dan dinding rumah retak permanen.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, inspeksi mendalam ke lokasi bencana pada Sabtu (18/1/2026).

Kunjungan ini difokuskan untuk memetakan kebutuhan mendesak warga, serta mendorong percepatan penanganan teknis dari instansi terkait.

Ali Masykur menegaskan, kerusakan yang terjadi sudah masuk kategori membahayakan jiwa.

Baca Juga :  BPBD Sampang Ungkap Penemuan Jasad Soleha

Ia meminta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera berkoordinasi untuk melakukan kajian geologi di lokasi tersebut.

“Kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan yang sangat serius. Kami mendesak BPBD kabupaten maupun provinsi segera mengambil langkah cepat,” ujarmya.

Menurut Ali Masykur, harus ada kepastian apakah lokasi tersebut masih aman atau memerlukan penanganan infrastruktur khusus.

Selain fokus pada penanganan fisik, ia juga menyerahkan paket bantuan sembako sebagai jaring pengaman sosial awal.

“Bantuan ini untuk meringankan beban harian para korban yang kehilangan tempat tinggal layak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pria Pengangguran di Gubeng Surabaya Diciduk Polisi

Ali Masykur juga menggarisbawahi, bahwa penanggulangan bencana tidak boleh hanya bersifat reaktif.

Ia menyoroti pentingnya program reboisasi dan pemulihan vegetasi di kawasan rawan bencana, sebagai solusi jangka panjang.

“Peristiwa tanah bergerak ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem,” tandas Ali Masykur.

Kedepan, upaya reboisasi di kawasan rawan harus menjadi prioritas bersama.

“Lingkungan yang terjaga adalah benteng utama kita dalam menekan potensi bencana,” imbuhnya.

Penulis : Kurdi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Waspada Longsor Susulan, Puluhan Warga Sana Daya Pamekasan Mengungsi
Baru Diresmikan, Kabel Trafo PJU JLS Sampang Dicuri
Geger! Sumur Bor di Bangkalan Semburkan Minyak Mentah
Dua Truk Adu Banteng di Jalan Raya Camplong Sampang
Kakek di Sampang Ditemukan Meninggal di Dalam Masjid
Nelayan Sampang Meninggal Saat Melaut
Puting Beliung Sapu Wilayah Tlagah Sampang
Dapur Warga Sumenep Hancur Tertimpa Pohon

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 10:49 WIB

DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:47 WIB

Waspada Longsor Susulan, Puluhan Warga Sana Daya Pamekasan Mengungsi

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:03 WIB

Baru Diresmikan, Kabel Trafo PJU JLS Sampang Dicuri

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:05 WIB

Geger! Sumur Bor di Bangkalan Semburkan Minyak Mentah

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:11 WIB

Dua Truk Adu Banteng di Jalan Raya Camplong Sampang

Berita Terbaru

Caption: jaket hitam, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur saat meninjau rumah warga Sana Daja yang rusak akibat fenomena tanah gerak, (dok. Kurdi Rega Media).

Peristiwa

DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja

Senin, 19 Jan 2026 - 10:49 WIB

Caption: sejumlah warga Desa Gersempal berada di halaman rumah terduga pelaku wanita inisial SH, dan tampak anggota Polsek Omben melakukan pengamanan, (sumber foto: Humas Polres Sampang).

Hukum&Kriminal

Diduga Selingkuh, Pemuda di Sampang Disandera Warga

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:53 WIB