Hasil Rukyat Sampang: Awal Ramadhan Berpotensi Kamis Esok
Sampang,- Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Sampang, melaporkan bahwa hilal penanda awal Ramadhan 1447 H tidak terlihat dalam observasi yang dilakukan di Pelabuhan Taddan, Selasa (17/2/2026) sore.
Berdasarkan perhitungan astronomis (hisab), posisi hilal di wilayah Sampang masih jauh di bawah kriteria visibilitas yang ditetapkan MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Ketua LF PCNU Sampang, Ustad Husnan menjelaskan, secara teknis hilal memang mustahil untuk dirukyat pada hari ini, karena posisinya yang masih berada di bawah ufuk.
• Tinggi Hilal: Minus 1 derajat 16 menit.
• Elongasi: Sekitar 1 derajat 13 menit.
• Kondisi Cuaca: Mendung di langit Sampang.
“Kesimpulan pada observasi sore hari ini, hilal tidak terlihat. Secara astronomis posisinya masih minus, jadi meski langit cerah sekalipun, hilal tetap tidak mungkin terlihat,” ujar Ustad Husnan.
Dengan tidak terlihatnya hilal, ia memperkirakan bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
“Dengan demikian, awal puasa Ramadhan kemungkinan besar akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” jelasnya.
Meski demikian, imbuh Ustad Husnan, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.
“Kita tunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI. Jika hilal tidak terlihat di seluruh Indonesia, maka awal puasa jatuh pada hari Kamis,” pungkasnya.
Untuk sekadar diketahui, kegiatan rukyatul hilal tersebut turut dihadiri pengurus PCNU Sampang, MUI, Kemenag, Badan Hisab Rukyat (BHR), serta sejumlah pegiat falak setempat. (hry)



