MADURA  Sebanyak 27 keluarga kurang mampu di wilayah Madura, kini dapat menikmati aliran listrik secara mandiri.

Hal ini, terealisasi melalui program Light Up The Dream (LUTD) yang diinisiasi oleh PLN UP3 Madura.

Penyaluran bantuan tersebut, dilakukan serentak di seluruh Indonesia dan dilaksanakan secara hybrid, pada Rabu (4/2/2026).

Di Pamekasan, program ini menyasar warga yang selama ini masih bergantung pada aliran listrik dari rumah tetangga (menyalur).

Salah satu penerima manfaat, Moh Fikri warga Desa Konang mengungkapkan, bantuan kWh meter mandiri ini sangat meringankan beban keluarganya.

Selama ini, keterbatasan biaya menjadi kendala utama bagi keluarganya untuk memiliki sambungan listrik sendiri.

“Sangat membantu untuk aktivitas sehari-hari. Sekarang kami sudah punya meteran sendiri, tidak perlu menumpang lagi ke tetangga,” ujar Fikri.

Manager PLN UP3 Madura Fahmi Fahresi menjelaskan, dana untuk program LUTD ini bukan berasal dari anggaran korporasi, melainkan murni dari donasi sukarela para pegawai PLN.

“Ini agenda tahunan, dimana para pegawai menyisihkan sebagian penghasilan mereka,” ujarnya.

Fahmi mengatakan, tujuannya agar masyarakat kurang mampu bisa memiliki akses listrik yang layak dan mandiri.

Selain pemasangan instalasi listrik gratis, PLN juga memberikan bantuan tambahan berupa paket sembako kepada warga penerima manfaat.

“Kami juga memberikan perhatian khusus pada rumah tidak layak huni, agar tetap bisa mendapatkan akses cahaya,” imbuhnya.

Sementara, Sekda Pamekasan Taufikurrachman yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya.

“Pemenuhan infrastruktur dasar seperti listrik, merupakan faktor penting dalam pengentasan kemiskinan di daerah,” tuturnya.

Menurut Taufikurrachman, program ini sejalan dengan misi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga,” pungkasnya. (mrt)