Kawal Distribusi Bansos, Satgas Kembali Gelar Rakor Bersama Pihak Terkait

0
358
Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa'ludin Tambunan, Plh Sekkab Setijabudhi, Kepala Dinsos Moh Taufan Zairinsyah saat memimpin rapat dimapolres Bangkalan. (Foto Humas Polres Bangkalan).

Bangkalan, (regamedianews.com) – Menindak lanjuti kegiatan Kapolri dengan Kementerian Sosial (Kemensos) yang telah melaksanakan penandataganan MOU No 01 Tahun 2019 dan No B/6/1/2019 tanggal 11 Januari 2019, tentang pembentukan Satgas PAM dan Gakkum Distribusi Bansos.

Anggota Satuan Tugas (Satgas) dana bantuan sosial kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Mapolres Bangkalan, Senin (11/02/2019) kemarin. Hal ini dilakukan untuk mematangkan program penyaluran bantuan sosial (bansos) yang akan segera dilaksanakan pada Mei mendatang.

Hadir dalam giat tersebut Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, Kepala Dinsos Moh Taufan Zairinsyah dan Plh Sekkab Setijabudhi serta perwakilan Bappeda dan kordinator teknis pelaksana.

Menurut Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, rapatnya untuk mensingkronkan bagaimana memastikan supaya nanti pendistribusian bansos tersebut, baik PKH maupun penerima bantuan uang tunai bisa tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama Polri dengan Mensos. Makanya ditindak lanjuti sampai tingkatan Polres”, ujarnya.

Jadi, pembentukan satgas ini untuk membantu, mengawal dan mengamankan pendistribusian bansos, supaya bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan.

“Untuk pendistribusian PKH sudah dilakukan awal Januari, namun untuk rastra akhir Februari akan dilaksanakannya”, terangnya.

Sementara Kabid pemberdayaan sosial Dinsos Bangkalan, Didik Yanuardy mengatakan, penyaluran dana Bansos yang akan disalurkan bulan mei mendatang yakni bantuan pangan non tunai (BPNT). Bantuan itu berupa kartu Kombo yang berisi saldo 110 ribu.

Menurutnya, adanya kartu kombo tersebut nanti bisa ditukar dengan beras dan telur yang disediakan oleh E-warung. Sementara E-warung tersebut akan dikelola oleh masyarakat sekitar yang bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Nanti akan ada sosialisasi kepada seluruh kades untuk pembentukan E-warung. Nanti BRI yang menyeleksi warung atau toko masyarakat yang berhak menjadi E-warung, sebab nanti akan disediakan mesin edc”, terangnya.

Pihaknya juga mengatakan, jumlah E-warung sebanyak 470 unit dan penerima kartu kombo sekitar 93.575. Jumlah ini sesuai dengan penerima rastra yang ada saat ini.

“Kalau tidak ada perubahan, 93.575 penerima. Tapi kita kaji lagi barangkali ada perubahan”, pungkasnya. (sfn/tfk)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here