Pemkab Bandung Raih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Peringkat I Tingkat Provinsi Jawa Barat

0
328
Bupati Kabupaten Bandung (H. Dadang Naser), saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil)

Bandung, (regamedianews.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung raih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Peringkat satu tingkat Provinsi Jawa Barat, pada kategori Kabupaten dengan Dokumen Perencanaan Terbaik.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menerima langsung penghargaan tersebut dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2019 tingkat Jabar di Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (3/4/2019).

“Alhamdulillah, Pemkab Bandung bisa mewakili Jabar untuk maju ke tingkat nasional. Penilaian untuk penghargaan ini dilakukan di tahun berjalan, dalam mengevaluasi proses pembangunan sebelumnya”, ucap Dadang.

Ia menjelaskan, PPD merupakan penghargaan dari Pemerintah Pusat untuk kabupaten/kota, yang telah menyusun dokumen perencanaan dan capaian pembangunan daerah tahun sebelumnya.

PPD tingkat Provinsi Jabar terbagi 2 kategori, yakni untuk kota peringkat I diraih Kota Depok, disusul Bandung sebagai peringkat II dan posisi III direbut Kota Sukabumi. Sedangkan untuk kategori Kabupaten, peringkat I direbut Kabupaten Bandung, disusul Garut sementara Kabupaten Kuningan harus puas diposisi III.

”Kabupaten Bandung masuk dalam 8 besar PPD Nasional. Penilaian tahap 5, berupa verifikasi lapangan oleh tim penilai dari pusat yang akan berlangsung 8 – 9 April mendatang,” terang Dadang yang saat itu didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Bandung, Ernawan Mustika.

Dadang berharap, untuk tingkat nasional, pihaknya menargetkan masuk 3 besar. “Kami mohon do’anya kepada seluruh masyarakat. Semoga menjelang Hari Jadi pada 20 April nanti, penghargaan itu menjadi hadiah terbaik yang dapat kami persembahkan, untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bandung”, harapnya.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Bandung Ernawan Mustika menambahkan, aspek penilaian PPD, selain capaian beberapa indikator kinerja, yaitu kualitas perencanaan yang terukur dan berorientasi pada hasil pembangunan.

Selain itu aspek keterukuran dari perencanaan, dilihat dari bidang sasaran pembangunan daerah, dengan mengukur kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), ekonomi, angka kemiskinan dan infrastruktur.

“Kualitas SDM itu ditunjukkan dengan IPM, ukurannya pendidikan, kesehatan dan dayabeli. Dayabeli kita di atas nasional, otomatis di atas provinsi. Angka kemiskinan, sekarang ada di bawah rata-rata nasional juga. Yang terakhir Infrastruktur juga menunjukkan tendensi yang naik”, ucapnya.

Kemudian aspek inovasi, menurutnya banyak terdapat di Kabupaten Bandung. Seperti program Bandung 1000 kampung, yang selaras dengan Nawacita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Contoh lain, inovasi dalam penyelenggaraan pengelolaan kemiskinan daerah, penerapan e-planing dan e-budgeting.

“Bahkan inovasi ini dijadikan pembelajaran bagi daerah-daerah lain, hampir tiap minggu ada yang berkunjung terkait aplikasi ini dari seluruh wilayah di Indonesia. Jadi artinya dari 27 kabupaten/kota, kita pantas menjadi yang terbaik”, pungkasnya. (aga/agil)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here