Inspiratif, Guru Madrasah di Pamekasan Sukses Rintis Bisnis Kopi
PAMEKASAN • Profesi sebagai pendidik tidak menjadi batasan untuk terjun ke dunia usaha.
Hal ini dibuktikan Ahmad Suhri, seorang guru madrasah di Pamekasan yang sukses mengembangkan bisnis kopi lokal bertajuk SHR Coffee Industry.
Produk kopi lokal ini turut unjuk gigi dalam ajang Economic Fest 2026 yang digelar oleh HIPMI Pamekasan.
Acara tersebut berlangsung selama sembilan hari, mulai 1 hingga 9 Juni 2026, di area Monumen Arek Lancor.
Di stan pamerannya, SHR Coffee Industry membawa tiga varian kopi bubuk andalan.
Ketiganya varian Original, Rasa Jahe, dan Arabian yang diracik khusus untuk memberikan karakteristik rasa yang unik bagi penikmat kopi.
Tidak hanya menjual produk siap seduh, Ahmad juga menyediakan kopi mentah (green bean) dan kopi biji (roasted bean).
Langkah ini diambil untuk menjaring pasar yang lebih luas, termasuk pelaku usaha kopi lain yang ingin mengolah bahan baku secara mandiri.
Bagi Ahmad, mengajar dan berbisnis adalah dua hal yang saling melengkapi.
Menurutnya, terjun langsung ke dunia usaha merupakan cara terbaik memberikan contoh nyata tentang kreativitas dan inovasi kepada para siswanya di madrasah.
“Menjadi guru adalah pengabdian untuk mencerdaskan. Sedangkan berwirausaha, ikhtiar kemandirian ekonomi. Keduanya bisa berjalan bersama dan saling menguatkan,” ujar Ahmad.
Kehadiran produk kopi lokal ini memantik daya tarik tersendiri bagi para pengunjung Economic Fest 2026.
Banyak warga yang penasaran dan mencicipi langsung cita rasa kopi racikan sang guru madrasah tersebut.
Melalui slogan “Dari Madrasah untuk Kemandirian Ekonomi Umat”, Ahmad berharap bisnisnya bisa terus berkembang.
Ia juga berkomitmen untuk ikut berkontribusi, dalam memajukan sektor UMKM dan roda perekonomian di Kabupaten Pamekasan.
✅ Penulis: Marshelina
✅ Editor: Redaksi


