Petisi Untuk DPRD Sampang Soal Tolak Kenaikan Iuran BPJS

- Jurnalis

Kamis, 5 September 2019 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gabungan aktivis mahasiswa saat melakukan aksi penolakan kenaikan iuran BPJS, didepan kantor DPRD Sampang.

Gabungan aktivis mahasiswa saat melakukan aksi penolakan kenaikan iuran BPJS, didepan kantor DPRD Sampang.

Sampang, (regamedianews.com) – Aksi unjuk rasa terkait penolakan kenaikan iuaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berawal kericuhan berujung aman dan kondusif.

Pasalnya, aksi yang dilakukan gabungan aktivis PMII dan GMNI pada Kamis (5/9/2019) didepan kantor DPRD Sampang, ditemui dan terima oleh beberapa perwakilan dari anggota DPR setempat.

Mereka (mahasiswa) menyodorkan petisi kepada anggota DPRD Sampang yang mewakili masing-masing fraksi untuk ditandatangani bersama sebagai wujud penolakan kenaikan iuran BPJS.

Baca Juga :  Tokoh Sampang Diminta Edukasi Bahaya Narkoba

Koordinator aksi Syaiful Rahman mengatakan, pihaknya meminta agar anggota DPRD Sampang menolak kenaikan iuran BPJS dan menyampaikan rekomendasi kepada DPR RI.

“Perwakilan dari delapan fraksi DPRD telah menerima kami dan menandatangani petisi sebagai bentuk komitmen penolakan kenaikan iuran BPJS”, ujar Syaiful.

Sebelumnya, lanjut Syaiful, pemerintah sudah bulat menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk menutupi defisit JKN.

Baca Juga :  Lukman Botutihe Apresiasi Langkah Pemda Gorut Dalam Mencegah Penyebaran Covid-19

“Rencana kenaikan akan dilakukan mulai 1 Januari 2020 dan hanya berlaku untuk kelas I dan kelas II atau menjadi Rp160 ribu dan Rp110 ribu. Sedangkan BPJS Kesehatan untuk kelas III masih ditunda atas dasar penolakan dari Komisi IX dan XI DPR RI”, terangnya. (adi/har)

Berita Terkait

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data
Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam
Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo
Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah
Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:20 WIB

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:37 WIB

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:03 WIB

Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:49 WIB

Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah

Berita Terbaru

Caption: Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto berjabat tangan dengan Kasat Reskrim AKP Doni Setiawan, usai memberikan piagam penghargaan, (dok. Kurdi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Sukses Tangkap Jambret Maut, Reskrim Pamekasan Diganjar Reward

Rabu, 14 Jan 2026 - 18:40 WIB

Caption: ilustrasi, (dok. Syafin Rega Media).

Daerah

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:24 WIB