Gerak Cepat Penanganan Kasus Video Viral “Gerakan Sholat Tak Wajar” Diapresiasi Banyak Pihak

Konferensi pers Kapolres Sampang (AKBP Abd. Hafidz) dan Bupati Sampang (H. Slamet Junaidi) terkait empat pemuda asal Robatal yang membuat video main Hp sambil sholat.

Sampang || Rega Media News

Gerak cepat penanganan kasus gerakan sholat diluar kewajaran yang dilakukan oleh beberapa pemuda di Sampang yang mengundang kontroversi mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Bacaan Lainnya

Upaya penanganan yang dilakukan baik oleh Pemerintah Desa Gunung Rancak, Bupati Sampang dan Kapolres Sampang dinilai sangat baik, sehingga peristiwa itu bisa diatasi dan tidak menjadi bola liar.

Jika sebelumnya anggota DPRD Jatim mengapresiasi langkah Bupati yang turun langsung dalam penanganan permasalahan itu, kini tokoh Robatal yang juga merupakan katib Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Robatal K. Mahuri.

“Terima kasih gerak cepat yang telah dilakukan oleh Pemdes Gunung Rancak, Bupati dan Kapolres Sampang,” ujarnya.

Pengasuh Yayasan Al Miftah Robatal itu mengatakan langkah tersebut telah mampu menjaga Kamtibmas terutama diwilayah Sampang.

Pria yang akrab disapa Mahuri itupun berharap sangsi sosial yang diberikan oleh pihak Polres Sampang bisa menjadi perhatian dan pembelajaran tidak hanya kepada para pemeran dalam video itu, namun juga kepada masyarakat lain yang aktiv di media sosial.

“Semoga peristiwa tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, agar lebih berhati-hati didalam bermedia sosial,” imbuhnya.

Sementara Hasan Basri sekretaris LPI kabupaten Sampang juga menyampaikan hal senada, dirinya sangat mengapresiasi respon cepat dari Pemerintah kabupaten Sampang, baik yang ditingkat desa maupun Bupati serta Kapolres Sampang yang telah menjadikan permasalahan tersebut sebagai atensi khusus.

“Kepada jajaran pemerintah kabupaten Sampang, baik di desa maupun pak Bupati dan pak Kapolres kami apresiasi atas gerak cepat menangani permasalahan ini,” ujarnya, Senin (21/9/20).

Hasan berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga kepada yang lain, agar tidak meniru dan bisa lebih bijaksana dalam mengunggah dan memmbuat konten yang akan menjadi konsumsi publik.

“Semoga setelah ini tidak ada lagi kejadian serupa, cukuplah ini menjadi pelajaran yang lain,” pungkasnya.(adi/har)

Pos terkait