Sampang,- Puluhan mahasiswa aksi demo damai ke Mako Polres Sampang, Minggu (31/8/25) siang.
Aksi demonya, sebagai bentuk solidaritas atas tragedi meninggalnya driver ojol ‘Affan Kurniawan’.
Korban (Affan) meninggal dunia, usai tertabrak mobil rantis Brimob, saat aksi demo di Jakarta kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Latifah salah satu korlap aksi mengatakan, tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, bukan sekadar insiden kemanusiaan.
“Tetapi pelanggaran serius terhadap hukum, hak asasi manusia, dan konstitusi Republik Indonesia,” ujarnya.
Atas dasar tersebut, menuntut agar kepolisian benar-benar menjadi pelindung rakyat.
Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang ini, memaparkan poin tuntutan dalam aksi demonya;
1. Mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terbuka, transparan, dan akuntabel atas tragedi ini.
2. Menjamin perlindungan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
3. Menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindakan represif aparat terhadap rakyat kecil.
4. Mendorong reformasi menyeluruh di tubuh Polri, agar benar-benar menjadi pelindung, bukan penindas rakyat.
5. Meminta Polres Sampang menyatakan ikrar dan sumpah secara terbuka, untuk melindungi, mengayomi, dan menjamin keamanan massa aksi dalam penyampaian aspirasi.
6. Menuntut transparansi penegakan hukum, dalam penyelesaian kasus-kasus besar di Kabupaten Sampang yang dinilai masih mangkrak, termasuk dugaan praktik mafia hukum.
Sementara, Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan, institusi Kepolisian tidak pernah menginstruksikan tindakan represif yang merugikan masyarakat.
“Kami juga manusia, warga negara, yang memiliki iman dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Hartono juga menegaskan, Polres Sampang terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
“Jika ada kesalahan ataupun pelanggaran, dirinya berjanji akan segera meluruskan,” pungkasnya.
Namun, usai demo ke Mapolres Sampang, puluhan mahasiswa tersebut memblokade jalan jalur nasional.
Aksinya dilakukan, karena mahasiswa meradang lantaran tuntutannya tidak ditanda tangani Kapolres.
Akibatnya arus lalu lintas lumpuh total, sehingga menimbulkan kemacetan kendaraan.
Dengan tegas, aparat kepolisian berupaya membubarkan aksi blokade jalan tersebut.
Namun, bentrokan tak terhindarkan, sempat ricuh antara polisi dan mahasiswa.
Selang kemudian, situasi berhasil dikendalikan, para pendemo itupun akhirnya membubarkan diri.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi