Kasus Pengeroyokan di SPBU Camplong Lamban, Kuasa Hukum Korban: Polisi Jangan Takut !

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Jakfar Sodiq dan Abd Razak kuasa hukum korban pengeroyokan di SPBU Camplong, diwawancara awak media di Mako Polres Sampang, (dok. regamedianews).

Caption: Jakfar Sodiq dan Abd Razak kuasa hukum korban pengeroyokan di SPBU Camplong, diwawancara awak media di Mako Polres Sampang, (dok. regamedianews).

Sampang,- Dua pelaku penganiayaan Hairuddin (29) petugas SPBU Camplong, Sampang, Madura, Jawa Timur, masih saja buron.

Pasalnya, kasus pengeroyokan yang berjalan hampir satu bulan ini, dua pelaku inisial AS dan AI tak kunjung ditangkap.

Meski sebelumnya, pelaku utama inisial MJ telah menyerahkan diri ke polisi, pada Rabu (29/10/25) lalu.

Menyikapi hal itu, tim kuasa hukum korban kembali mendatangi Mapolres Sampang, Senin (17/11) siang.

Menurut mereka, jika tidak segera ditangkap, akan membuka peluang bagi pelaku untuk melarikan diri.

“Maka dari itu, kami mendesak polisi segera melakukan penangkapan,” tegas Jakfar Sodiq kuasa hukum korban.

Ia mengaku telah menemui penyidik Satreskrim, untuk menanyakan perkembangan proses penyidikan.

Disisi lain, pihaknya mengapresiasi kinerja penyidik, karena BAP terhadap para saksi sesuai dengan rule of law (aturan hukum).

“Untuk proses penyidikan luar biasa. Tapi pelaku enggak ketangkap-ketangkap,” ujar Jakfar.

Namun meskipun penyidikan berjalan baik, ia mengungkapkan dua poin krusial menjadi sorotan.

“Dua pelaku yang sudah ditetapkan tersangka belum ditangkap,” bebernya kepada awak media.

Baca Juga :  Dinilai Abaikan Maklumat Kapolri, Cafe Lorensia Sampang Ditutup Paksa

Padahal, kata Jakfar, pihaknya sudah menerima tembusan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dua tersangka ini.

“Selain itu, belum diterbitkannya Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap inisial AS dan AI,” ungkapnya.

Sementara dari keterangan penyidik Polres Sampang, penerbitan DPO masih terhambat karena harus melalui tahapan KUHAP.

Termasuk pemeriksaan kepala desa, untuk memastikan keberadaan dua tersangka tersebut.

“Tapi hal itu setelah panggilan kedua yang dijadwalkan pada hari Jumat mendatang tidak dipenuhi,” jelas Jakfar.

Disisi lain, tim kuasa hukum korban pengeroyokan ini mempertanyakan kinerja tim opsnal Polres Sampang.

Bahkan, ia mengaku sudah berulang kali memberikan informasi, namun belum ada upaya penangkapan kedua tersangka.

“Ini menjadi preseden buruk bagi Polres Sampang, karena sampai detik ini, dua pelaku belum ditangkap. Ada apa ?,” tanya Jakfar.

Menurutnya, kepolisian memiliki kewenangan dan alat untuk melakukan upaya paksa penangkapan.

“Kalau sampai ini tidak dilakukan, nanti muncul stigma, dugaan, ketakutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  JCW Minta Polres Sampang Serius Tangani Kasus Bidan Selingkuh

“Kalau polisi saja takut, bagaimana dengan rakyat yang lain ?,” ucap Jakfar.

Pihaknya menduga, kelambanan ini bisa membuka peluang bagi kedua tersangka untuk kabur keluar Madura.

“Bahkan ke luar negeri, karena tenggang waktu yang terlalu panjang,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, sebagai tindak lanjut, kuasa hukum berencana bersurat ke instansi-instansi terkait.

“Hal tersebut agar penanganan perkara ini dilakukan lebih terbuka dan cepat,” tandas Jakfar.

Ia juga secara khusus menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran Polres Sampang, terutama tim opsnal.

“Yuk tegak lurus, merah putih dong!, dan segera bergerak,” tegasnya.

Sementara, Abd Razak juga kuasa hukum korban, berharap Polres Sampang tidak mandul dalam penanganan kasus ini.

“Kita berdoa semua, mudah-mudahan tim opsnal maupun pimpinannya tidak mandul. Amiiin…!!!,” ucapnya.

Terpisah, sebelumnya Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan, anggotanya telah melakukan penggerebekan di tempat persembunyian kedua pelaku.

“Sudah dilakukan upaya penggerebekan, tapi dua pelaku yang kami buron ini tidak ada di tempat,” ungkapnya.

Penulis : Harry

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polisi Tangkap Wali Santri Penganiaya Guru Tugas di Sampang
Pasutri Pengedar Sabu di Bangkalan Digerebek Polisi Saat Nyabu
Usai Ciduk Pasutri Pencuri Scoopy, Polres Sampang Buru Sang Penadah!
Terlilit Hutang, Wanita Asal Bojonegoro Nekat Curi Motor di Sampang
Ditlantas Polda Jatim Tes Urine Sopir Bus di Sampang
Operasi Keselamatan: Polres Bangkalan Tekan Angka Kecelakaan
Terekam CCTV, Maling Motor Penjaga Warung Madura Ditangkap
Pelaku Pembunuhan Pria Bersarung di Sumenep Akhirnya Tertangkap

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:26 WIB

Polisi Tangkap Wali Santri Penganiaya Guru Tugas di Sampang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:17 WIB

Pasutri Pengedar Sabu di Bangkalan Digerebek Polisi Saat Nyabu

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:57 WIB

Usai Ciduk Pasutri Pencuri Scoopy, Polres Sampang Buru Sang Penadah!

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:46 WIB

Terlilit Hutang, Wanita Asal Bojonegoro Nekat Curi Motor di Sampang

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:08 WIB

Ditlantas Polda Jatim Tes Urine Sopir Bus di Sampang

Berita Terbaru

Caption: Kanit Resmob Satreskrim Polres Sampang bersama Kapolsek Kedungdung dan anggotanya, saat mengamankan dua pelaku penganiayaan guru tugas, (sumber foto. Humas Polres Sampang).

Hukum&Kriminal

Polisi Tangkap Wali Santri Penganiaya Guru Tugas di Sampang

Sabtu, 7 Feb 2026 - 17:26 WIB

Caption: ilustrasi pasangan suami istri di Kabupaten Bangkalan digerebek polisi saat asyik pesta sabu-sabu didalam kamar rumahnya, (dok. Redaksi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Pasutri Pengedar Sabu di Bangkalan Digerebek Polisi Saat Nyabu

Sabtu, 7 Feb 2026 - 10:17 WIB

Caption: anggota Satreskrim Polres Sampang mengawal ketat pasutri inisial ZA dan SM pelaku curanmor di Jalan Wijaya Kusuma, (sumber foto. Humas Polres Sampang).

Hukum&Kriminal

Usai Ciduk Pasutri Pencuri Scoopy, Polres Sampang Buru Sang Penadah!

Jumat, 6 Feb 2026 - 21:57 WIB