Buntut Kasus RS Nindhita, DPRD Sampang Didemo

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: petugas kepolisian siaga pengamanan aksi demo Formabes di depan Kantor DPRD Sampang, (dok. Harry, Rega Media).

Caption: petugas kepolisian siaga pengamanan aksi demo Formabes di depan Kantor DPRD Sampang, (dok. Harry, Rega Media).

Sampang,- Puluhan massa dari Forum Madura Bersatu (Formabes) aksi demo di depan gedung DPRD Sampang, Senin (29/12/2025).

Aksi tersebut buntut dugaan malpraktik yang dialami Hafid (40), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Tambelangan, saat menjalani penanganan medis di RS Nindhita.

Pantauan regamediamews, massa memulai orasinya ke RS Nindhita sebelum bergeser ke kantor DPRD.

Berdasarkan rilis resmi Formabes, kasus ini bermula saat Hafid dirujuk ke RS Nindhita pada 18 September 2025 dan ditangani dokter berinisial M.

Nahas, tanpa melalui pemeriksaan penunjang seperti USG, dokter mendiagnosa pasien menderita hernia hanya berdasarkan sesi wawancara (anamnesis).

“Tindakan operasi dilakukan pada 22 September 2025. Namun, setelah perut pasien dibedah sepanjang 10 sentimeter, dokter baru menyadari ternyata pasien tidak menderita hernia,” ungkap Sekjen Formabes sekaligus korlap aksi, Hari Wijaya.

Pihaknya mengecam keras kelalaian tersebut, dan menilainya sebagai malpraktik nyata yang membahayakan nyawa.

“Kesalahan diagnosa hingga berlanjut ke meja bedah ini tidak bisa dimaklumi. Dokter baru sadar salah setelah perut pasien dibelah,” cetusnya.

Baca Juga :  LP2KP Dorong Langkah Ra Bir Aly Tolak Pembangunan Wisata Pantai Tengket

Dalam aksi demo tersebut, Formabes menuntut Manajemen RS Nindhita wajib bertanggung jawab, atas dugaan malpraktik dokter inisial M terhadap pasien Hafid.

“Pihak rumah sakit wajib menanggung perawatan medis terhadap pasien sampai benar-benar dipastikan sembuh,” ujar Hari Wijaya.

Selain itu, RS Nindhita wajib memberikan ganti rugi terhadap pasien yang telah menjadi korban dugaan malpraktik.

“Dokter inisial M harus dipecat atas dasar dugaan kasus malpraktik terhadap pasien (Hafid),” tegasnya.

Kendati demikian, pihak RS Nindhita harus menyampaikan klarifikasi secara terbuka di muka publik atas dugaan tindakan malpraktik tersebut.

Disisi lain, DPRD Sampang juga harus menyatakan sikap turut mengawal kasus dugaan malapraktik dokter inisial M itu.

“Dia (dokter M) harus bertanggung jawab secara hukum atas dugaan kasus malpraktik yang telah dilakukan,” cetus Hari Wijaya.

Sementara itu, aspirasi massa ditemui langsung Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud. Ia menegaskan, tidak akan menoleransi kelalaian medis yang berisiko pada keselamatan jiwa.

Baca Juga :  Covid-19 Bukan Hoax, Ketua Satgas RSUD Smart Pamekasan Imbau Masyarakat Waspada

“Tidak ada toleransi, siapapun orangnya atau apapun backing-annya, fasilitas kesehatan harus profesional. Ini menyangkut nyawa manusia,” tegas Mahfud di hadapan massa.

Pihaknya berjanji segera memanggil Dinas Kesehatan dan seluruh manajemen rumah sakit di Sampang, untuk evaluasi total terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan.

“Jika ditemukan ketidaksesuaian standar, kami tidak segan merekomendasikan pembekuan hingga pencabutan izin operasional rumah sakit tersebut,” pungkasnya.

Dikutip dari salah satu media online, Humas RS Nindhita, Zaini, membantah telah terjadi malpraktik.

“Seluruh tindakan medis terhadap pasien telah dilakukan sesuai SOP dan ilmu kedokteran,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Zaini, pihaknya sudah menjelaskan kepada keluarga pasien, bahkan sempat audiensi.

“Tapi mereka tetap tidak menerima dan menganggap kami bersalah. Jika memang harus dibuktikan di Pengadilan, kami siap,” ungkapnya.

Penulis : Harry

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PCNU Sampang Matangkan Persiapan Harlah NU Ke-103
Skandal Siswa Fiktif SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terkuak
BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jamsos Tenaga Pendidik Madrasah di Bangkalan
SDN Tlagah 2 Bangkalan Ambruk, Hak Keamanan Siswa Terabaikan
Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sampang Pangkas Pohon Rawan Tumbang
Kodim 0826 Pamekasan Perkuat Sinergi Dengan Insan Pers
Bupati Sumenep Mutasi Sejumlah Pejabat, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:51 WIB

PCNU Sampang Matangkan Persiapan Harlah NU Ke-103

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:43 WIB

Skandal Siswa Fiktif SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terkuak

Senin, 19 Januari 2026 - 20:04 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jamsos Tenaga Pendidik Madrasah di Bangkalan

Senin, 19 Januari 2026 - 11:57 WIB

SDN Tlagah 2 Bangkalan Ambruk, Hak Keamanan Siswa Terabaikan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:32 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sampang Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Berita Terbaru

Caption: saat berlangsungnya rakor PCNU Sampang ihwal serangkaian kegiatan persiapan puncak peringatan Harlah NU ke-103, (sumber foto: NU Sampang).

Daerah

PCNU Sampang Matangkan Persiapan Harlah NU Ke-103

Selasa, 20 Jan 2026 - 16:51 WIB

Caption: potongan video amatir, tampak oknum guru SDN Batuporo Timur 1 tengah santai mendengarkan musik dangdut, (dok. Harry Rega Media).

Daerah

Skandal Siswa Fiktif SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terkuak

Selasa, 20 Jan 2026 - 13:43 WIB

Caption: jaket hitam, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur saat meninjau rumah warga Sana Daja yang rusak akibat fenomena tanah gerak, (dok. Kurdi Rega Media).

Peristiwa

DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja

Senin, 19 Jan 2026 - 10:49 WIB