Sampang,- Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang melakukan pemangkasan pohon.
Hal itu guna mengantisipasi bencana pohon tumbang ke permukiman warga, dampak dari cuaca ekstrem.
Pemotongan pohon tersebut, difokuskan di sepanjang jalan raya Diponegoro, Kelurahan Banyuanyar, Sabtu (17/1/2026) pagi.
Langkah ini sebagai respons, atas kekhawatiran warga terhadap keberadaan dahan pohon besar yang merunduk.
Dalam pelaksanaannya, petugas DLH Perkim bersinergi dengan Dinas Perhubungan dan Polantas.
Kolaborasi dilakukan untuk menjamin keamanan di lokasi, terutama dalam pengaturan arus lalu lintas.
Kabid Pertamanan DLH Perkim Sampang, Prima Adi Irawan menjelaskan, tindakan ini bukan sekadar pemeliharaan rutin.
“Melainkan upaya proteksi dini,” ujarnya.
Mengacu pada rilis BMKG, Sampang saat ini berada dalam peta wilayah dengan ancaman cuaca ekstrem.
“Kami tidak ingin menunggu sampai jatuh korban atau terjadi kerusakan materiil,” tegas Irawan.
Berdasarkan pantauan dan laporan masyarakat, banyak dahan pohon di kawasan Diponegoro sudah terlalu rimbun.
“Jika diterjang angin kencang disertai hujan, risikonya bisa tumbang menimpa rumah warga atau kabel listrik,” ujarnya.
Lanjut Irawan menegaskan, pihaknya telah menyiagakan tim reaksi cepat untuk penyisiran di lokasi rawan lainnya.
“Fokus kami di titik-titik padat penduduk dan jalur hijau yang mobilitasnya tinggi,” pungkasnya.
Langkah proaktif dan kolaboratif ini disambut baik oleh masyarakat setempat.
Eko salah satu warga Jalan Diponegoro, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas tindakan petugas di wilayahnya.
“Warga sempat was-was setiap kali hujan deras disertai angin,” ungkapnya kepada Regamedianews.
Dengan adanya pemotongan tersebut, kata Eko, beban kekhawatiran warga berkurang.
“Namun demikian, mudah-mudahan tidak adanya bencana alam meski Sampang dihantui cuaca ekstrem,” harapnya.
Penulis : Icha
Editor : Redaksi










