Sampang,- Ditengah tantangan pemotongan anggaran pusat, Bupati Sampang H.Slamet Junaidi memberikan jawaban tegas terhadap isu strategis yang berkembang.
Hal itu ditegaskannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Pendopo Kecamatan Robatal, Senin (26/01/2026).
Bupati menegaskan, fokus pembangunan diarahkan pada penguatan layanan kesehatan dan percepatan konektivitas infrastruktur jalan.
Dalam paparannya, Camat Robatal Moh Heldiyas menyampaikan, wilayahnya membutuhkan dukungan infrastruktur jalan poros desa.
“Tentu untuk menyukseskan program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” ujarnya.
Menurut Heldiyas, akses jalan di wilayah Kecamatan Robatal butuh perhatian, terutama jalan poros desa.
“Hal tersebut guna meningkatkan ekonomi dan layanan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati H Slamet Junaidi menegaskan, pembangunan infrastruktur di Kecamatan Robatal tidak akan berhenti.
Meski anggaran daerah mengalami tekanan hebat, akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
“Tahun ini, perbaikan jalan poros Robatal-Karang Penang sudah dialokasikan,” ujar Bupati akrab disapa Aba Idi.
Ia juga membidik rencana betonisasi jalan hingga ke Karang Penang, guna memastikan ketahanan infrastruktur.
Di sektor kesehatan, Abah Idi memberikan garansi, program pengobatan gratis Universal Health Coverage (UHC) tidak akan dihentikan.
Bahkan, ia memilih melakukan efisiensi di sektor lain daripada memutus layanan kesehatan rakyat.
“Saya lebih baik dicerca karena anggaran lain berkurang, daripada melihat satu juta masyarakat Sampang tidak bisa berobat gratis,” tegasnya.
Terkait kendala kapasitas medis, ia juga memaparkan rencana pembangunan rumah sakit baru berkapasitas 350 bed.
“Hal ini untuk mengakhiri persoalan pasien yang sering tidak tertampung,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aba Idi menepis berbagai isu negatif dan hoaks yang kerap menerpa kebijakannya.
Bupati Sampang dua periode ini mengibaratkan fitnah tersebut sebagai “orkestra” yang akan berhenti dengan sendirinya.
“Fokus kami membuktikan hasil pembangunan secara nyata, bukan terjebak dalam pusaran isu tidak produktif,” imbuhnya.
Maka dari itu, ia mengajak tokoh masyarakat dan ulama’ di Kecamatan Robatal untuk terus bersinergi.
“Dalam hal ini menjaga kondusivitas pembangunan, demi kemajuan bersama di masa depan,” pungkas Aba Idi.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi










