Sumenep,- Pemulihan infrastruktur pascabencana di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, memasuki fase krusial.
Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Baznas resmi mencairkan bantuan stimulan tahap kedua bagi warga yang rumahnya hancur diterjang angin puting beliung, Jumat (06/02/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tidak hanya berhenti pada janji, tetapi tuntas hingga tahap pembangunan fisik selesai.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, pencairan tahap kedua ini bukan sekadar bantuan cuma-cuma.
“Melainkan stimulan yang harus dikelola secara bijak oleh penerima untuk mengembalikan fungsi hunian mereka,” ujarnya, sebagai dilansir Media Center Sumenep, Sabtu (07/02).
Fauzi menyampaikan, Pemerintah berkomitmen membantu, tapi masyarakat juga harus proaktif.
“Dana ini harus digunakan tepat sasaran untuk perbaikan rumah, bukan kebutuhan lain. Kita ingin warga kembali ke rumah yang layak secepat mungkin,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tim gabungan (BPBD, PUPR, dan aparat desa) untuk terus memantau progres di lapangan.
“Pemantauan harus dilakukan agar tidak ada warga terdampak yang terlewatkan dalam proses verifikasi,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman menjelaskan, pembagian bantuan ke dalam dua tahap merupakan strategi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana.
Ia menyebutkan, kategori rusak berat ada 3 unit, dan mendapatkan total bantuan Rp20 juta.
“Setelah menerima Rp10 juta di tahap pertama, warga kini menerima sisa Rp10 juta untuk penyelesaian akhir,” ujarnya.
Untuk kategori rusak sedang ada 2 unit, mendapatkan total Rp10 juta, dengan skema pencairan serupa, Rp5 juta pertahap.
“Dalam pendataan adalah kunci agar bantuan yang bersumber dari zakat dan dana publik ini, benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan secara adil,” pungkas Rahman.
Penulis : Red
Editor : Redaksi










