Sampang,- Ironi kemiskinan masih menyelimuti sudut Kota Sampang, Madura, Jawa Timur.
Dibalik tumpukan barang bekas, empat orang wanita lanjut usia di Jalan Rajawali 1, hidup dengan kondisi tidak layak.
Wakiah (64), Tobiyah (67), Timah (63), dan Juhairiyah (62) adalah potret nyata perjuangan hidup.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berteduh, kini telah roboh.
Tanpa pilihan, mereka bertahan diantara tumpukan barang rongsokan hasil keringat mereka sendiri.
Bahkan menjadikannya tempat untuk memejamkan mata setiap malam.
Kondisi memprihatinkan ini, memicu gerak cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang.
Kedatangannya bukan sekadar seremoni, melainkan upaya darurat, memastikan ke empat lansia tidak terpapar risiko, Senin (09/02/2026).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengaku terenyuh melihat kondisi di lapangan.
Menurutnya, tindakan ini murni panggilan kemanusiaan atas laporan warga yang melihat penderitaan para lansia tersebut.
“Mereka memang tinggal di kondisi berisiko. Rumah roboh dan harus tidur bersama tumpukan barang bekas,” ungkap Hozin.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah bantuan logistik mulai dari perlengkapan tidur hingga kebutuhan pangan diserahkan.
“Upaya ini sebagai langkah awal, agar para lansia tersebut bisa beristirahat dengan lebih manusiawi,” ujarnya.
Hozin menegaskan, bantuan logistik seperti kasur, paket sembako, dan alat masak ini hanyalah stimulan untuk meringankan beban sesaat.
“Setidaknya mereka bisa tidur lebih layak dan kebutuhan pangan dasarnya terpenuhi,” pungkasnya.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi










